Bank Dunia: Selama 15 Tahun terakhir, Ketimpangan Sosial Kian Lebar di Indonesia

fakirmiskin

Bank Dunia menyebut ketimpangan ekonomi Indonesia terus melebar dalam 15 tahun terakhir. Terlihat dari koefisien gini saat ini mencapai 0,41 dari sebelumnya 0,30 pada 2000.

Ketimpangan itu lebih tinggi ketimbang negara lain, khususnya Asia Timur.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Indonesia mengesankan, kesetaraan dalam pertumbuhan lebih sulit tercapai. Kalangan mampu maju lebih cepat dari mayoritas masyarakat,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves, Jakarta (8/12).

Pelebaran ketimpangan, kata Rodrigo, berpotensi menimbulkan konflik sosial dan perlambatan ekonomi Indonesia.

Untuk mengatasi itu, Indonesia dinilainya perlu belajar dari Brazil.

“Yang ditetapkan Brazil mampu menurunkan ketimpangan pasar tenaga kerja, dan ketimpangan ketahanan terhadap guncangan.”

Ekonom Senior Bank Dunia Vivi Alatas menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir paling banyak dinikmati 20 persen orang kaya Tanah Air.

“Ketimpangan yang tidak ditanggapi dan dibiarkan berkembang dapat menimbulkan akibat serius. Yakni, pertumbuhan ekonomi dan pengetasan kemiskinan yang lebih lambat serta peningkatan resiko konflik,” katanya.

Untuk itu, pemerintah dinilai perlu menjalankan terobosan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Indonesia dapat menyediakan pelatihan keterampilan bagi pekerja informal, agar mereka tidak terperangkap dalam pekerjaan upah rendah tanpa peluang mobilitas.”

sumber: eramuslim
Like Fanpage kami :

Tuesday, December 8, 2015

Post a Comment
close