Butuh Gas, Alasan Turki Berdamai dengan Israel



Israel dan Turki siap untuk menstabilkan hubungan diplomatik setelah bertahun-tahun perang dingin. Kedua pemerintah mengaku sudah siap untuk membangun kembali hubungan kerja sama yang dekat antara mereka.

Sebuah pembicaraan antara kedua negara digelar di Swiss pekan lalu. Pejabat yang berwenang dari kedua negara pada Jumat, 18 Desember 2015, menegaskan detail kerja sama sedang disiapkan dan poin-poin kesepakatan masih dalam penjajakan.

Dikutip dari Wall Street Journal, 19 Desember 2015, Israel menjadi harapan baru bagi Turki untuk memperoleh gas alam bagi negaranya. Sebelum ini, Turki memperoleh asupan gas alam dari Rusia. Namun, hubungan kedua negara menjadi berantakan setelah Turki menembak jatuh pesawat Rusia, akhir bulan lalu.

Rusia yang marah, menjatuhkan sanksi ekonomi bagi Turki dan melarang warganya mengunjungi negara tersebut. Rusia juga menunggu permintaan maaf dari Turki. Namun Turki bertahan dan menolak meminta maaf. Akibatnya, Rusia menggantungkan rencana pembicaraan soal penarikan pipa gas dari negaranya. Keputusan Rusia menggemparkan Turki, karena negara tersebut sangat bergantung pada gas alam pasokan Rusia untuk kehidupan warganya. Tak ada pilihan, Turki memilih membuka hubungan diplomatik dengan Israel demi menjaga pasokan gas untuk negaranya.

Sebelumnya, hubungan diplomatik Turki dan Israel telah lama terputus setelah kasus penyerangan kapal Mavi Marmara pada 2010 yang dilakukan oleh militer Israel. Kapal tersebut masih berada di perairan internasional, namun militer Israel menyerangnya. Sebuah video yang beredar memperlihatkan gambar saat militer Israel turun menggunakan tali dari helikopter dan menyerang sejumlah aktivis kemanusiaan yang ada dalam kapal tersebut. Sembilan orang aktivis warga negara Turki tewas. Akibatnya, Turki menarik duta besarnya dari Israel. Belakangan Israel juga melakukan hal yang sama.

Tahun 2014, atas saran Presiden Obama, Turki dan Israel mencoba melakukan pertemuan, namun pembicaraan tak mencapai kata sepakat. Namun pekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan, perbaikan hubungan kedua negara akan  membawa kebaikan pada keduanya.

sumber:viva
Like Fanpage kami :

Sunday, December 20, 2015

Post a Comment
close