CIIA: BNPT Lawan Arus Islamisasi dengan Dalih Perang Melawan Terorisme



DIREKTUR The Center of Ideologycal Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menyoroti sepak terjang Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT). Harits menilai sejatinya BNPT lahir untuk melawan arus Islamisasi di Indonesia, namun dengan wajah melawan “terorisme”.

“Jika sebelumnya di zaman orde baru intelijen digunakan untuk mengebiri kekuatan politik umat Islam. Maka kini untuk melawan gerakan Islamisasi dilakukan dengan BNPT,” ujar Harits dalam “Dialog dan Muhasabah Gerakan Islam” di aula Universitas Prof. Dr. Hamka, Jakarta Timur, Ahad (28/12).

Dalam melawan arus Islamisasi, kata Harits, BNPT melakukan gerakan soft strategi, yakni dengan cara mengkooptasi tokoh-tokoh intelektual dan kampus.

“Mereka dimunculkan dan diberikan ruang untuk me-counter gerakan Islamisasi,” paparnya.

Selain mengandalkan tokoh-tokoh intelektual, BNPT juga menggunakan tokoh-tokoh organisasi masyarakat.

“Mereka memakai bahasa kontraterorisme, tapi intiya mereduksi gerakan Islam,” tekannya.

Sebaliknya, Harits mengapresiasi langkah Din Syamsuddin saat menjadi Ketum PP Muhammadiyah yang tidak mau meneken MoU dengan BNPT.

“Walau BNPT sudah berbusa-berbusa menyampaikan program melawan terorisme, Pak Din tetap tidak mau kerjasama dengan BNPT,” ujar Harits.

Lantas apa tujuan ini semua? Harits menilai BNPT tidak ingin Indonesia dikuasai oleh kelompok Islam. Mereka mengingkan Indonesia berada dalam bingkai “pluralis” dan “liberalis”.

“Banyak media juga kerjasama dengan BNPT. Orang-orang yang punya pikiran ‘radikal’ tidak akan diberikan tempat,” tukasnya.

sumber: islampos
Like Fanpage kami :

Sunday, December 27, 2015

Post a Comment
close