Fauzan Anshari Meninggal! Maher Ath-Thuwailibi: "Saya Yakin Doa dan Mubahalah Saya Telah Diijabah Oleh Allah!"



Oleh: Maaher At-Thuwailibi

“Wa Qul Jaa-al-Haqqo Wa Zahaqol Baathil, innal-baathila Kaana Zahuuqo”

To the point saja. tanpa berbasa basi. dalam kesempatan kali ini, saya akan ukirkan beberapa catatan akhir terkait mubahalah saya dengan mendiang Fauzan Al-Anshari yang sampai saat ini masih terus menimbulkan pro dan contra. Semoga Allah senantiasa menjaga hati saya dan senantiasa menolong saya untuk menata dan meluruskan niat ini. Dan semoga Allah menjaga serta meneguhkan putra putri Fauzan Anshari yang di cap sebagai "anak-anak Maz'um" (anak-anak imitasi) oleh oknum-oknum pendukung ISIS. amiin yaa rabbal 'aalamiin..

Pada rabu malam, tanggal 16 desember 2015, Allah rabbul 'izzah Wal Jalalah ''memanggil" Fauzan Al-Anshari di RSUD Banjar patroman jawa barat setelah menurunkan penyakit padanya. kalimat istirja' pun bergulir dari lisan orang-orang beriman..

Qadarullah, Abi Fauzan Al-Anshari telah di panggil Allah untuk selama-lamanya. Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Raji'uun.

Peristiwa ini BUKAN AJANG MEMBANGGAKAN DIRI UNTUK MEMPUBLIKASIKAN BAHWA DIRI KAMI ADALAH BENAR DAN LAWAN MUBAHALAH KAMI ADALAH BATHIL. BUKAN.!

TOLONG JANGAN SU'UZON DAN MENCARI-CARI KESALAHAN.

Tetapi setidaknya, apakah salah bila peristiwa ini menguatkan keyakinan kami sebagai pelaku yang terlibat dalam mubahalah itu, bahwa inilah HASIL MUBAHALAH antara kami dengan beliau beberapa bulan yang lalu, yang kami yakini sebagai BUKTI KEBENARAN YANG TELAH ALLAH TAMPAKKAN agar menjadi 'ibrah (pelajaran) bagi orang-orang yang mau berfikir.?? Apakah itu salah ?

Namun, kendatipun demikian, rupanya fakta ini tetap tak dapat di terima oleh saudara-saudaraku pendukung ISIS yang begitu cinta dengan daulah al-baghdadi.

Pada kesempatan kali ini, sesederhana mungkin saya akan goreskan beberapa catatan akhir tentang polemik seorang tokoh pendukung ISIS di tanah air yang telah menemui ajalnya pasca mubahalah. Saya akan ukirkan catatan akhir ini point demi point berdasarkan penolakan dari para pecinta ISIS di indonesia yang sedang mengalami dilema berat di hari kematian sang tokoh panutannya. Dimana banyak diantara mereka yang beramai-ramai mem-bully saya dan menuduh saya sebagai "tukang sihir thoghut", "pendusta", "dajjal", "tukang fitnah", "munafiq laknat", bahkan diantara mereka ada yang menuduh saya sebagai "sapi samiri", dst. Wal-'Iyaadzu billaah.

Namun, apapun yang mereka katakan untuk diri saya, saya tetap meyakini bahwa ISIS adalah KHAWARIJ yang sesat. Apapun yang mereka tuduhkan kepada saya, mereka tetaplah saudara saya yang tengah terjatuh dalam keterpurukan berfikir. Sehingga saya terus berdo'a memohon kepada Allah agar kiranya hidayah Allah segera menyapa mereka. Meskipun mereka menganggap saya murtad dan kafir, saya tetaplah menganggap mereka muslim. Bahkan, seandainya pisau-pisau dan pedang-pedang mereka menyembelih leher saya, saya tetap meyakini bahwa mereka adalah saudara saya yang semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada mereka, sebagaimana Allah memberi hidayah kepada khawarij melalui lisan Ibnu Abbas.

Perlu di catat, risalah singkat saya kali ini merupakan risalah akhir yang saya tulis terkait isu Mubahalah dan Kematian Fauzan Anshari. Setelah ini, saya tak akan menulis apapun dan tak akan sudi membantah siapapun terkait mubahalah dan kematian fauzan anshari. Fauzan telah di panggil Allah. ini adalah taqdir. Adapun apakah fauzan meninggal dunia akibat mubahalah ataukah tidak, HANYA ALLAH YANG TAHU. tetapi, tidaklah salah bagi saya meyakini dan menyimpulkan bahwa ini adalah hasil mubahalah dia dengan saya berdasarkan zhahir yang terjadi berupa indikasi-indikasi yang saya anggap kuat. sebab, untuk meyakini dan menyimpulkan sesuatu yang tidak diketahui hakikatnya kecuali oleh Allah, itu dengan qarinah-qarinah yang zhahir dan saling berkaitan, bukan zhon (persangkaan) belaka.

Terserah dengan apa yang ingin mereka katakan tentang saya. yang pasti, Fauzan Anshari telah mengakhiri hidupnya. Biarlah fakta ini menjadi saksi dalam sejarah, dan biarlah kami meyakini bahwa ini adalah hasil dari Mubahalah ia dengan kami. Dan semoga Allah menjaga agama dan ummat ini dari Ideologi KHAWARIJ yang sesat. Saya tak akan melayani debat, adu argument, apalagi sekedar caci maki yang tak ada manfaatnya buat hidup saya di dunia dan di akhirat.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

⛔ PERTAMA: Diantara kaum ISISER (pecinta ISIS) ada yang mencari-cari alasan untuk menolak peristiwa Mubahalah saya dengan Fauzan Al-Anshari. Diantara alasan mereka ialah bahwa mubahalah antara saya dengan Fauzan Anshari adalah mubahalah yang bid'ah, sebab syari'at mubahalah di dalam al-qur'an di khususkan untuk orang-orang kafir bukan sesama muslim. lebih lanjut, mereka menyatakan bahwa tak ada seorang pun diantara sahabat Nabi dan ummahatul mu'minin yang melakukan mubahalah sesama mereka.

☝TANGGAPAN:

(1). Anggaplah bahwa mubahalah antara saya dengan fauzan ini adalah BID'AH, karena menurut mereka mubahalah hanya bisa di lakukan kepada orang kafir saja. Maka saya katakan, berarti Fauzan lah yang MENGKAFIRKAN kami, sebab dialah yang mengajak bermubahalah dan bukan kami. Kami hanyalah menyambut tantangan itu. kalau logika oknum pendukung ISIS ini di paksakan, maka jelas kalangan pendukung ISIS lah yang melakukan bid'ah itu. Kalau mereka menganggap bahwa mubahalah kepada sesama muslim itu bid'ah, mengapa mereka mengajukan tantangan mubahalah kepada orang muslim yang menolak keabsahan Daulah Al-Baghdadi.??? Berarti kan benar bahwa kalian (ISISER) mengkafirkan kami dan setiap muslim yang tidak mengakui 'khilafah' palsu ciptaan Al-Baghdadi pujaan kalian sehingga kalian tantang kami bermubahalah.

(2). Yang lebih sederhana lagi, mengapa Juru bicara resmi ISIS, Al-Adnany, menantang mubahalah setiap muslim yang tidak menerima eksistensi khilafah palsu itu? Berarti, kalian lah pengusung bid'ah itu sendiri.!

(3). Mengapa statemen kalian bahwa mubahalah dengan sesama muslim itu bid'ah baru bergulir setelah Fauzan Anshari (Pelopor Ideologi ISIS di indonesia) menemui ajalnya ? Mengapa statemen-statemen kalian bahwa mubahalah sesama muslim itu bid'ah baru di gulirkan sekarang ? Ada apa ?? kenapa sebelum Fauzan Anshari di eksekusi oleh Allah dengan kematian, kalian tidak menyuarakan bahwa mubahalah kepada sesama muslim itu bid'ah ?

Terakhir, kenapa saat Fauzan Anshari masih hidup, sehat wal afiyaat dan berkoar-koar menantang kaum muslimim bermubahalah, kalian tidak berteriak, "Hey Ustadz Fauzan, Jangan nantang-nantang mubahalah, mubahalah kepada sesama muslim itu bid'ah!" ?? Kenapa ??

Apakah kalau yang mati Fauzan Anshari, kalian katakan bahwa Mubahalah ini "bid'ah", lantas kalau yang mati di sambar petir adalah Maaher At-Thuwailibi maka kalian akan berteriak, "hore..... At-Thuwailibi telah di laknat", "hore.... At-Thuwailibi si murtad mati akibat mubahalah", "Hidup Daulaaah...", "Daulah Islamiyyah baaqiyyah", "si munafiq thuwailibi telah menerima azab efek mubahalah" dan seterusnya !?? Manis sekali bibirmu wahai wahai saudaraku...

(4). Mubahalah adalah syariat diantara syariat-syariat Allah yang di ajarkan kepada baginda Nabi yang mulia sebagai metode dakwah untuk menghadapi ahlul bathil yang berkeras menolak kebenaran dan mempertahankan kebathilan. ia di lakukan dengan pertimbangan matang guna mencapai maslahat buat ummat. Tidak mesti kepada orang kafir saja. Tetapi bisa di lakukan kepada siapapun diantara kaum muslimin yang tetap mempertahankan suatu kebathilan.

Adapun ayat Al-Qur'an yang menjadi dalil syariat mubahalah, dianggap sebagai kekhususan untuk menghadapi orang kafir saja, maka ini kesalahan fatal yang tidak bisa diterima oleh kaedah ushul. Dimana telah menjadi suatu yang ma'lum bahwa untuk mengkhususkan atau membatasi suatu hukum dalam al-qur'an atau hadits membutuhkan dalil yang sharih yang tidak bisa di lakukan berdasarkan akal-akalan manusia semata.

Padahal, jelas kaedah yang masyhur mengatakan,

العبرة  بعموم الفظ، لا بخصوص السبب.

(5) Dalam kitab Zaadul ma'ad, Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan:
" السُّنَّة فى مجادلة أهل الباطل إذا قامت عليهم حُجَّةُ اللهِ ولم يرجعوا ، بل أصرُّوا على العناد أن يدعوَهم إلى المباهلة ، وقد أمر اللهُ سبحانه بذلك رسولَه ، ولم يقل : إنَّ ذلك ليس لأُمتك مِن بعدك ".

(6). Fatwa Lajnah Da'imah bahwa Mubahalah tidak di khususkan untuk Rasul kepada orang nashara saja, akan tetapi hukumnya UMUM untuk selain nashara. Lihat fatwa lajnah ini:

وقال علماء اللجنة الدائمة للإفتاء :

" ليست المباهلة خاصة بالرسول صلى الله عليه وسلم مع النصارى ، بل حكمها عام له ولأمته مع النصارى وغيرهم ؛ لأن الأصل في التشريع العموم ، وإن كان الذي وقع منها في زمنه صلى الله عليه وسلم في طلبه المباهلة من نصارى نجران فهذه جزئية تطبيقية لمعنى الآية لا تدل على حصر الحكم فيها " انتهى من"فتاوى اللجنة الدائمة".

(7). Ketika di tanya tentang apakah Mubahalah hanya khusus untuk orang kafir saja dan tidak di benarkan untuk orang muslim, Syaikh Shalih Al-Munajjid menjawab:

...ويشترط للمباهلة شروط ، من أهمها أن تكون في أمر هامٍّ من أمور الدين ، ويرجى في إقامتها حصول مصلحة للإسلام والمسلمين ، أو دفع شر المخالف ، ولا يجوز أن تكون في المسائل الاجتهادية التي يسوغ فيها الاختلاف.

(8). Dalam kitab Syarah Qashidah Ibnul Qayyim, Syaikh Ahmad Bin Ibrahim berkata:

" وأما حكم المباهلة, فقد كتب بعض العلماء رسالة في شروطها المستنبطة من الكتاب والسنة والآثار وكلام الأئمة ، وحاصل كلامه فيها : أنها لا تجوز إلا في أمر مهم شرعا وقع فيه اشتباه وعناد لا يتيسر دفعه إلا بالمباهلة ، فيشترط كونها بعد إقامة الحجة ، والسعي في إزالة الشبه ، وتقديم النصح والإنذار ، وعدم نفع ذلك ، ومساس الضرورة إليها " انتهى, والله أعلم .

(9). Dalam riwayat yang shahih di sebutkan bahwa sahabat Nabi bernama Sa'ad bin Abi waqqash pernah dituduh mencuri tanah oleh tetangga beliau. Beliau mengajak orang yang menuduh itu bermubahalah dan bersumpah siapa yang dusta akan dikutuk Allah. Belakangan, orang itu buta dan melarat. Hingga ia sering menangis sambil mengatakan "penderitaan ku ini akibat dulu aku bermubahalah dengan Sa'ad". Ini adalah riwayat shahih yang menunjukkan bahwa Sahabat pernah melakukan mubahalah kepada orang muslim.

Demikian 9 penjelasan saya yang menggugurkan logika picik yang di gulirkan oleh oknum-oknum pecinta ISIS yang tengah mengalami kegoncangan jiwa di tengah kematian tokoh idamannya.

⛔KEDUA: Para pecinta ISIS itu bergumam, "Sesungguhnya sighoh mubahalah yang di sampaikan Ustadz Fauzan adalah di 'DI SAMBAR PETIR'. Faktanya Ustadz Fauzan tidak di sambar petir".

☝TANGGAPAN:

wahai saudaraku, saya tak tega menyebut dirimu dungu, walau memang pada kenyataannya engkau telah di jerat oleh kedunguan yang mematikan.

Perhatikan baik-baik lafadz sumpah Fauzan Anshari berikut ini:

"Kalaulah khalifah Al-Baghdadi ini beraqidah-kan khawarij dan bukan khalifah 'ala minhajinnubuwah, maka bunuhlah pemimpin-pemimpinnya semua dan selamatkan pengikut dan rakyatnya. tapi jika si Thuwailibi yang menuduhnya salah dan tidak terbukti maka bunuhlah ia dengan cara di sambar petir mumpung lagi musim hujan. amiin!!!! "

Itu �� Lafadz Sumpah Fauzan Al-Anshari. Fauzan bukan menyumpah dirinya agar di sambar petir kalau ia salah, tetapi menyumpah saya (Maaher At-Thuwailibi) bila saya salah. Anda faham bahasa indonesia tidak ? Jangan bikin malu, wahai saudaraku..

Lalu, perhatikan lafadz sumpah saya berikut ini:

“Saya Abu Husein At-Thuwailibi berkata bahwa segala puji bagi Allah Rabb semesta alam dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Hamba dan Utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Salam.

Ya Allah, dzat yang memelihara tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, yang maha pengasih dan penyayang, apabila Fauzan Al-Anshari menentang kebenaran dan menyeru kepada kebatilan, maka turunkanlah padanya adzab yang pedih dari langit..

Dan apabila saya Abu Husein At-Thuwailibi menentang kebenaran dan menyeru kebatilan, maka turunkanlah kepada saya laknat dan adzab-Mu yang pedih.

Saya Abu Husein At-Thuwailibi berlepas diri dari daya dan kekuatan Allah menuju daya dan kekuatan saya untuk bersumpah bahwasanya 'Daulah Islamiyyah' versi Abu Bakar Al-Baghdadi bukanlah Khilafah Islamiyyah Hakiki yang berdiri di atas Manhaj Nubuwwah. Akan tetapi ia merupakan khilafah palsu yang berdiri diatas fanatisme jahiliyyah dan kesesatan. Dan apabila gerakan ini bukan gerakan khawarij gaya baru sebagaimana yang di sepakati para Ulama, maka semoga Allah melaknat saya di dunia dan di akhirat . "

Itu �� lafadz mubahalah saya menyumpah diri saya sendiri dan menyumpah Fauzan Al-Anshari.

Faktanya -Walhamdulillah- saya tidak di sambar petir, tetapi justru Fauzan Al-Anshari yang di sambar malaikat maut. Sedangkan qarinah (indikasi kuat) yang telah kita ketahui bersama dalam mubahalah, siapa yang lebih dulu mati, maka dialah yang TERLAKNAT dan TERBUKTI DALAM KEBATHILAN. Sekali lagi, ini qarinah.

⛔KETIGA: Para pecinta ISIS menolak bila kematian Fauzan Al-Anshari di anggap efek pasca mubahalah. Ok, itu hak mereka. Diantara alasan konyol mereka ialah bahwa Mubahalah itu terjadi setahun yang lalu. Padahal, yang benar adalah bahwa mubahalah saya dengan Fauzan Anshari terjadi pada bulan maret 2015, itu sebulan sebelum FORUM SERUAN AL-HAQ di deklarasikan di bogor. Artinya, mubahalah terjadi 9 bulan yang lalu di hitung dari bulan desember. 2015

☝TANGGAPAN:

Dalam kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan,

ومما عُرف بالتجربة أن من باهل وكان مبطلاً لا تمضي عليه سنة من يوم المباهلة، وقد وقع لي ذلك مع شخص كان يتعصب لبعض الملاحدة فلم يقم بعدها غير شهرين

“Berdasarkan pengalaman, orang yang melakukan mubahalah di kalangan pembela kebathilan, mereka tidak bertahan hidup lebih dari SETAHUN sejak hari mubahalah. Itu pernah saya alami sendiri bersama seorang yang memiliki pemikiran menyimpang, dan dia tidak bertahan hidup lebih dari 2 bulan.”

Kemudian, tahukah anda dengan Mirza Ghulam Ahmad?? Nabi palsu-nya kaum ahmadiyyah yang mati di WC dalam kondisi yang mengenaskan. Mayatnya berbau busuk, hingga semua orang menjauh darinya. Mirza Ghulam Ahmad mati setelah Mubahalah.

Syaikh Tsanaullah al-Amaritsari berdebat dengan Mirza Ghulam Ahmad. Setelah Ghulam berada di posisi kalah, akhirnya depat dipungkasi dengan Mubahalah.

Syaikh mengatakan,

غلام أحمد من كان على الباطل أماته الله قبل الصادق منهما

“Wahai Ghulam Ahmad, siapa diantara kita berada di atas kebatilan, maka Allah akan segera mematikan sebelum orang yang jujur (lawan debatnya) mati.”

Apa hasil Mubahalah?

Pendusta diantara mereka mati lebih dahulu. Mirza Ghulam Ahmad mati di WC, terserang penyakit kolera, dan banyak orang menjauh darinya, karena tubuhnya mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap. Sementara Syaikh Tsanaullah hidup hingga 40 tahun lagi. Wallahu a’lam. dan apakah kematian mirza ghulam ahmad itu terjadi sehari atau dua hari atau seminggu dua minggu setelah mubahalah ?? Tidak..!! Hasil mubahalah itu terjadi setelah beberapa lama berlalu. Demikian lah yang Allah kehendaki.

Masikah tidak berfikir wahai saudara-saudaraku pecinta ISIS..??

⛔KEEMPAT: Dengan menunjukkan kedunguannya, saudara-saudara pecinta ISIS lagi-lagi berteriak, "kenapa tidak menyambut tantangan Mubahalah Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (ABB) ?? Kalau berani ayo sambut tantangan Ustadz ABB".

☝TANGGAPAN:

Wahai saudaraku pecinta ISIS, kenapa kalian korbankan Ustadz ABB yang sudah tua untuk jadi bahan percobaan, setelah Fauzan Al-Anshari telah menjadi korban sumpahnya sendiri ?? Kenapa tidak kalian suruh saja "Singa" andalan kalian Aman Abdurrahman untuk bermubahalah ? Kenapa mesti Ustadz ABB ?? Ustadz ABB hanyalah korban penipuan Aman Abdurrahman yang takfiri itu, wahai saudaraku. Atau, mengapa tidak anda saja yang bermubahalah lagi?? Biar sekalian nyusul Fauzan Al-Anshari ?? Berani nggak ?

Demikian tanggapan terakhir dari saya sebagai catatan akhir seputar isu mubahalah dan kematian Fauzan Al-Anshari. dan setelah ini saya tak akan melayani apapun dan dari siapa pun. Biarlah peristiwa ini abadi dalam ukiran sejarah sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berakal untuk tidak bermudah-mudahan mengajak orang mubahalah. Apapun yang mereka katakan, maka biarlah hujan turun asal matahari tetap bersinar.

Terakhir sebagai penutup dari saya, perlu saya ingatkan kepada seluruh para pengguna sosial media khususnya facebook, hati-hati dengan akun-akun FB milik para ISISER mania. Karena setelah sekian lama di teliti oleh Ustadz Rayyan Abdul Wahhab dari berbagai koment dan tulisan postingan mereka, atau bahkan dari tampilan profil akun FB mereka, sedikit banyak di dapati karakter pribadi mereka satu-persatu yang patut di WASPADAI, antara lain:

1. Akun-akun ISISer kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda (Fans Boy) yang bertaklid buta; ikut-ikutan, mereka membai'at pada sebuah FIRQOH SESAT tanpa tau apa dasar Ilmu dan dalilnya. Bahkan menyepelekan Ijma' para ulama.

2. Hati-hati dengan akun palsu yang menyamar sebagai ISISER, padahal jika di teliti ternyata di tunggangi oleh pihak ke-3 , bisa jadi pihak Intelijen, BIN, DENSUS 88 , dan yang semisal dengan mereka yang sengaja berseliweran di dunia maya. tujuan mereka tidak lain untuk mengetahui latar-belakang akun-akun FB para Aktivis da'wah Ahlu Sunnah, dan ingin memancing komentar dari lawan bicara, atau ingin mengorek keterangan sejauh mana kekuatan kelompok ISISER di tanah air.

3. Dan yang paling kami khawatirkan adalah akun-akun palsu yang menyamar sebagai ISISER, yang padahal di balik pemilik akun itu ternyata adalah pihakafir (Syi'ah atau Nashara), dimana mereka ingin mengadu-domba sesama muslim , dengan merilis Statment / Status untuk memanas-manasi Euphoria konflik di timur tengah.

Sekali lagi.....WASPADALAH !

Berbagai MODUS kejahatan bisa saja terjadi di MEDSOS ini.

Semoga kematian fauzan anshari cukup menjadi Ibroh bagi kita semua dan orang-orang yang berakal agar senantiasa jeli dan cerdas dalam menyikapi setiap isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi anda yang hendak mengetahui semua peristiwa ini, maka ikuti dengan sabar runtutan nya ��

Pertama: Berita fauzan anshari masuk rumah sakit.


Kedua: Klarifikasi Mubahalah.


Ketiga: Fauzan Meninggal dunia.


Keempat: Persaksian tentang Fauzan Anshari.


Wallahul Musta'an.

✒Akhukum Fillah,
Maaher At-Thuwailibi

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Friday, December 18, 2015

Post a Comment
close