Gus Solah Sebut Tokoh NU Kini Hanya Ambil Untung



Kekecewaan Kiai Salahudin Wahid atau Gus Solah atas Muktamar NU ke-33 Agustus lalu rupanya masih mengganjal. Dalam acara Haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sabtu (26/12/2015) malam, pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang itu menyebut jika karut marut Muktamar akibat ulah sejumlah tokoh NU yang memanfaatkan NU untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Hal itu dikatakan Gus Solah dalam sambutannya di hadapan Wapres Jusuf Kalla dan para tamu undangan. Adik kandung Gus Dur ini awalnya mengisahkan sosok KH Hasyim Asyari, salah satu tokoh pendiri NU yang tak gila jabatan.

Sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, menurut dia, pimpinan tentara Jepang di Jakarta menawarkan kursi Presiden Indonesia pertama ke Hasyim Asyari yang saat itu sibuk mengasuh Ponpes Tebu Ireng.  Namun, tawaran itu ditolak oleh kakek Gus Dur itu.

"Jawab Mbah Hasyim, Saya ini kiai, tugas saya mengurus pesantren dan saya tidak mungkin meninggalkan Tebu Ireng. Menurut Mbah Hasyim sesuai saran dari Pak Wahid (putra Hasyim Asyari yang juga ayah Gus Dur) bahwa Bung Karno sebagai presiden dan Bung Hatta sebagai wakil presiden," kata Gus Solah.

Gus Solah menjelaskan, selain tak gila jabatan, ajaran Hasyim Asyari lainnya adalah bahwa ibadah dalam Islam tak sebatas ritual keagamaan. Namun juga ibadah sosial dan kenegaraan yang salah satunya bisa diaktualisasikan melalui organisasi NU.

"Mbah Hasyim meminta kepada para santrinya untuk berkhidmat kepada NU, mengabdi kepada NU, untuk memberi manfaat kepada NU. Bukan mengambil manfaat dari NU," ujarnya.

Sayangnya, lanjut Gus Solah, hanya tokoh dan ulama NU masa lalu yang mampu mengimplementasikan ajaran Hasyim Asyari itu. Seperti KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansyuri, KH Ahmad Sidiq, dan Gus Dur.

"Sayang sekali kini banyak tokoh NU terbukti kurang pandai memberi manfaat pada NU tetapi pandai sekali mengambil manfaat dari NU untuk kepentingan dirinya serta kelompoknya. Sehingga terjadilah hal-hal yang tidak kita inginkan di dalam muktamar yang terakhir," cetusnya.

Pada kesempatan itu, Gus Solah berharap agar tokoh NU masa kini yang dia maksud segera berbenah diri. "Semoga mereka yang seperti ini diberikan oleh Allah keadilan supaya mereka menyadari dan memperbaiki dirinya," tuturnya.

Peringatan Haul ke-6 Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng Jombang dihadiri sejumlah tokoh nasional. Antara lain, Wapres Jusuf Kalla (JK), Nusron Wahid, dan Alwi Shihab. Selain itu hadir pula kiai sepuh NU Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Sayangnya kehadiran JK dalam acara itu cukup singkat. Usai memberikan sambutan, sekitar pukul 20.05 WIB, JK meninggalkan Ponpes Tebu Ireng. 

sumber: detik.com
Like Fanpage kami :

Saturday, December 26, 2015

Post a Comment
close