Menikmati Lapis-Lapis Wafer Kehidupan



Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

WAFER adalah salah satu snack yang disukai banyak kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa. Rasanya yang nikmat, bisa jadi menjadi salah satu daya tarik  jenis makanan ringan ini. Di lain sisi, Tak heran, banyak yang rela memperebutkannya ketika tersaji di atas meja saat hari raya tiba. Terutama, anak-anak yang selalu menyukai segala sesuatu yang mengandung cokelat dan keju.

Namun, banyak kalangan yang belum mengetahui bagaimana sebenarnya proses pembuatan wafer itu. Dan ternyata, ada pelajaran hidup yang bisa kita pelajari dari prosesnya.

Ketika kita membeli sebungkus wafer, kita akan mendapati bahwa bentuknya yang teratur dan berlapis-lapis menambah kenikmatannya.

Namun bagaimanakah sebenarnya pembuatan lapis-lapis wafer itu?

Adonan yang terjaga suhu dan kekentalannya, dimasukkan ke dalam oven yang sangat panjang dan besar. Sedikit demi sedikit, adonan itu dituangkan ke dalam baking plate berukuran sekitar setengah meter kali setengah meter. Lalu dipanaskan ke dengan api bersuhu tinggi dari atas dan bawahnya agar mengembang secara rata.

Nah, begitulah juga dengan kehidupan ini. Jika kita ingin berkembang, hendaklah diri ini bersiap menghadapi berbagai jenis cobaan yang mungkin menghadang dari atasan ataupun bawahan kita. Semua itu bukan untuk melemahkan diri ini. Namun agar raga dan jiwa berkembang menuju sesuatu yang lebih baik lagi.

Setelah mengembang dengan sempurna, adonan tadi akan didinginkan dan dibiarkan mengeras dan menjadi kuat; tak mudah rapuh dan patah.

Begitu juga dengan jiwa ini, hendaknya butuh pendinginan untuk menjadikan jiwa lebih kuat menahan beban cobaan.

Jika sudah dingin, maka setiap sheet wafer akan diselingi cream coklat ataupun keju yang manis.

Namun, tahukah dirimu Kawan?

Mengapa wafer dibuat berlapis lapis dan berselang seling antara sheet dengan creamnya?

Itu semua agar wafer lebih nikmat.

Jadi, jiwa ini juga terkadang membutuhkan sedikit hal baru dari kegiatan monoton yang dilakukannya. Agar ia bisa menikmati kehidupan ini.

Begitulah lapis-lapis wafer kehidupan ini, Kawan.

sumber: islampos
Like Fanpage kami :

Thursday, December 24, 2015

Post a Comment
close