Orang Tua Harus Tahu 8 Hal Yang Paling Ditakuti Anak



1. Orang tua bertengkar
Mata mutiara anak, akan merekam kata – kata yang terlontarkan oleh papa mamanya di depan matanya. Suami istri yang bertengkar tidak pernah berhenti, bahkan berkelahi, KDRT, dll, akan membuat tekanan tersendiri di dalam hati sang anak; ada beberapa orangtua hubungan mereka tidak baik, jarang berkomunikasi di rumah, tumbuh di keluarga ini, sang anak akan merasa tertekan, dan akan merusak kesehatan mentalnya, membuat sang anak menjadi dingin, kesepian.

2. Orangtua Marah
Marah pada anak, tentu saja akan melukai anak. Dalam ketakutan, mereka mungkin ada:

(1) menurut apa yang kamu bilang

(2) kaget, dan tidak berani bergerak

(3) menangis, tidak akan pergi melakukan apa yang kamu larang, dan juga tidak melakukan apa yang ingin dia lakukan

(4) belajar cara kamu marah, melemparkan barang favoritmu ke bawah tanah.
Sebaiknya jangan marah kepada anak, harusnya kamu jelaskan dengan jelas, harus lakukan apa, dan disaat yang sama anakmu akan merasa kamu care dengannya. Kalau memungkinkan, sebelum marah, beri peringatan, seperti:"saya sudah tidak tahan ingin marah, sebaiknya cepat lakukan…."

3. Cuek
Penelitian membuktikan, orang tua yang aneh memberi dampak yang buruk bagi mental sang anak, membuat masa remaja hingga dewasa sang anak akan bermasalah. Tidak peduli apakah terlalu mencintai anak, atau anak yang terlalu didiamkan, atau anak yang tidak dianggap, hanya dengan merasa dicuekin, anakmu akan terluka. Anak yang didiamkan akan membenci mamanya, dan anak yang terlalu dimanja akan membenci kakak adiknya.

4. Orangtua yang tidak jujur
Kehilangan kepercayaan akan kehilangan kehormatan disaat yang sama, kepala keluarga tidak memegang perkataan, akan kehilangan kehormatan dari anaknya sendiri, dan akan mengganggu perkembangan anak. Kondisi akan akan membentuk sifat anak yang buruk, menjadi seseorang yang tidak bertanggung jawab, dengan begini sang anak akan mudah memilik kebiasaan yang "sembrono", "tidak dipercaya". Kebiasaan ini akan membuat dia kehilangan banyak teman dan kesempatan.

5. Tidak sabaran menjawab pertanyaan anak
Kecuekan orangtua akan menghilangkan antusiasme anak akan bertanya, dan akan menghilangkan penasaran dan haus akan pengetahuan; kepercayaan anak kepada orangtua adalah penuh. Jadi ketika orangtua memberi jawaban yang salah, akan susah untuk diperbaiki dalam pikiran mereka. Kalau orangtua tidak menjawab pertanyaan di saat tersebut, kamu harus mengiyakan pertanyaan, dan memberitahu dia kalau kamu tidak punya waktu, dan berjanji akan menjawab pertanyaan dia nanti.

6. Tidak menerima teman sang anak
Orangtua harus menghormati pilihan teman sang anak. Orangtua juga harus berdiri diposisi anak untuk melihat teman mereka. Di saat yang sama orangtua juga harus tahu perbedaan anak dan orangtua dalam memilih teman, dan menghormati perbedaan ini. ada kalanya kita harus memberi anak kita muka, dan anak kita akan memberi kita muka juga.

7. Mengabaikan Kelebihan anak
Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan, meskipun setiap anak terlahir berbeda, kecepatan belajar juga berbeda, nilai merka mungkin tinggi dan mungkin rendah, tapi menghakimi baik atau buruknya anak, tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.

Orangtua tidak boleh menghakimi secara satu sisi anaknya sendiri, dan harus melihat kelebihan mereka, percaya dengan kehebatanmereka, puji mereka, agar mereka berkembang sesuai dengan kelebihan mereka masing – masing.

8. Menuduh anak di depan tamu
Banyak orang tua suka mengatakan betapa buruk anaknya di depan orang banyak, seperti sedang mengeluh, dan tanpa disadari akan membuat anak merasa bersalah, tidak ada yang suka dengan dia, membuat dia merasa orangtua tidak puas dengan dia, dan dia akan menjauh dari orangtuanya secara emosional.

8 hal di atas adalah hal – hal yang paling ditakuti sang anak, mereka sangat takut dengan kondisi yang dingin, tegang, dan keluarga yang kusam. Impian keluarga anak adalah keluarga yang hangat, memiliki cinta, santai, saling melengkapi dan aktif.

Like Fanpage kami :

Thursday, December 17, 2015

Post a Comment
close