Presiden Gambia Umumkan Negaranya Jadi Republik Islam


Presiden Gambia, Yahya Jammeh, mengumumkan negaranya yang sebelumnya sekuler kini menjadi Republik Islam. Presiden Jammeh juga menyatakan negaranya akan bergabung dalam barisan Republik Islam lain seperti Iran dan Afghanistan.

Menurutnya, Gambia tidak bisa mempertahankan identitas negara sekuler warisan rezim kolonial terdahulu yang umumnya ditinggalkan di negara-negara Afrika Barat.

”Sejalan dengan identitas agama negara ini dan nilai-nilai, saya menyatakan Gambia sebagai negara Islam,” kata Jammeh di stasiun televisi negara Jumat kemarin. ”Sebagaimana Muslim mayoritas di negeri ini, Gambia tidak mampu untuk melanjutkan warisan kolonial,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/12/2015).


Dari jumlah populasi di Gambia yang mencapai 1,8 juta orang, 95 persennya adalah warga Muslim. Presiden Jammeh mengatakan bahwa warga Gambia dari komunitas agama lain masih bisa beradaptasi.


Jammeh,yang  seorang orator animasi telah mendapatkan reputasi di negaranya setelah berkuasa selama 21 tahun. Dia membuat gebrakan pada tahun 2013 dengan menyatakan Gambia keluar dari Negara Persemakmuran yang dia sebut sebagai neo-kolonial.

Pada tahun 2007, dia pernah mengklaim telah menemukan obat herbal untuk AIDS. Meskipun hubungan komersial dengan Inggris dan negara-negara Eropa lain masih kuat, hubungan Gambia dengan Barat secara politik telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Like Fanpage kami :

Saturday, December 12, 2015

Post a Comment
close