Terlalu Manjakan Anak, Ini Akibatnya



ORANGTUA memiliki tanggung jawab untuk menjaga, membina, serta mendidik anak-anaknya. Nah, dalam hal ini sebagai orang tua, mestilah bersikap baik dan benar terhadap anak. Jangan sampai terlalu memanjakan mereka. Sebab, ada beberapa akibat yang akan Anda peroleh jika terlalu memanjakan anak. Di antaranya:

1. Orangtua memenuhi semua permintaan anak karena takut pada kesulitan yang ditimbulkan jika permintaan anak tidak dipenuhi. Anak yang tidak dipenuhi permintaannya biasanya akan menangis, rewel, atau marah. Hal ini kerap membuat repot bagi orangtua.

Oleh karena itu, sebagian orangtua lebih baik memenuhi permintaan anak supaya terhindar dari rengekan, tangisan, amarah, atau kesulitan-kesulitan lain yang ditimbulkan anak.

2. Kurang peka atau kurang inisiatif karena anak telah terbiasa dilayani, ini akan membuat anak menjadi kurang peka. Kurang adanya inisiatif untuk melakukan atau menyelesaikan sesuatu yang bermanfaat.

Lebih baik sejak masih kecil ajarkan anak untuk mengerjakan sesuatu sendirian. Maksudnya untuk hal-hal yang mudah biarkan ia mencoba menyelesaikannya sendiri. Dan itu juga dilakukan ketika anak memang dirasa bisa untuk mengerjakan hal itu.

3. Orangtua menganggap kepentingan anak harus didahulukan demi kebahagiaan anak. Orangtua semacam ini bersikap lunak kepada anak. Mereka tidak tega mengatakan “tidak” pada permintaan anak. Mereka melayani dan memudahkan kehidupan anak. Mereka takut jikalau tidak memenuhi permintaan anak akan membuat anak benci kepada mereka.

4. Jadi pemalas. Bila anak terus dibiarkan menjadi manja, pada akhirnya anak akan cenderung menjadi seorang yang pemalas, sulit untuk menyelesaikan pekerjaan, tugas atau tanggung jawab yang sebenarnya dapat dia selesaikan.

Laporkan iklan?
Untuk itu, rangsang terus anak untuk mencoba berbagai hal yang positif sehingga anak pun akan terpacu kreatifitasnya dan tentunya dengan tetap mendampingi anak karena walau bagaimanapun yang namanya anak terkadang datang rasa manjanya semisal ketika dia sakit. Jadi proses untuk tidak memanjakan memang butuh proses, disesuaikan pula situasi dan kondisinya.

5. Orangtua lalai mengajarkan kedisiplinan pada anak. Orangtua tidak menegur anak yang berbuat salah atau berbuat nakal. Anak lupa untuk dibiasakan peraturan, kepatuhan, dan tata krama.

6. Keceredasan emosional menjadi rendah. Hilangnya rasa empati, menghargai dan hilangnya rasa tanggung jawab akan membuat kecerdasan emosional sang anak menjadi rendah. Sikap ini tentunya membuat sang anak akan menjadi sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Jadi, biarkan anak untuk melakukan setiap hal yang dia inginkan selama itu bernilai positif.

Karena terkadang anak selalu dilarang-larang oleh orang tuanya sehingga anak akan takut melakukan sesuatu dan tergantung pada orang tuanya. Apalagi jika anak selalu dituruti keinginannya, maka dia akan menjadi seorang yang egois dan senang memerintah sesuatu kepada orang lain karena dia tidak terbiasa melakukan pekerjaan tersebut.

7. Sulit untuk bersosialisasi. Salah satu akibat dari anak yang terlalu dimanja adalah akan membuat ia sulit untuk bersosialisasi. Hubungan dengan teman-temannya biasanya akan menjadi seperti seorang majikan dan anak buah.

Ini terjadi karena di rumah dia tidak dibiasakan untuk mandiri, pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan sendiri dia tidak pernah melakukannya karena sudah terbiasa dilakukan oleh pembantu atau orang tuanya. Semisal ketika anak ingin makan, dia tidak mau mengambil sendiri makanannya tapi dia akan meminta sama pembantu atau orang tuanya. Beda halnya ketika anak masih kecil dan belum bisa makan sendiri, tapi alangkah repotnya kan kalau hal ini berlangsung terus sampai anak beranjak besar? []

sumber: islampos
Like Fanpage kami :

Saturday, December 26, 2015

Post a Comment
close