Arab Spring Jilid 2 ?, Demonstrasi Besar-besaran Kembali Landa Tunisia



Feriana – Unjuk rasa besar-besaran kembali terjadi di negara Tunisia, yang dianggap negara pemicu revolusi di negara-negara Arab atau lebih dikenal Musim Semi Arab. Aksi sudah mendekat ke ibukota dan korban sudah berjatuhan.

Dilanasir dari BBC Indonesia, Jumat (22/01), bentrokan meletus di kota di Kasserine, Tunisia, antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa yang menuntut pekerjaan. Ini merupakanhari ketiga unjuk rasa berturut-turut.

Pengunjuk rasa membakar ban-ban di jalanan sementara aparat keamanan berupaya membubarkan mereka dengan menggunakan gas air mata maupun meriam air.

Aksi protes ini memicu kekhwatiran akan meluas seperti yang terjadi lima tahun lalu, yang bukan hanya menjatuhkan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali, tapi juga memicu aksi serupa di beberapa negara lain yang belakangan dijuluki Musim Semi Arab.

Perdana Menteri Habib Essid sudah memperpendek kunjungannya ke kawasan Eropa dengan pulang ke Tunisia, Kamis 21 Januari dan akan menggelar rapat darurat kabinet pada hari Sabtu.

Unjuk rasa dipicu oleh tewasnya seorang pria penganguran karena kena setrum di tiang listrik dekat sebuah kantor pemerintah.

Saat itu Rdiyha Yahyaou, yang berusia 26 tahun, memprotes dicopotnya namanya dari daftar pekerja kontrak di layanan umum kota.

Sejak unjuk rasa marak di Kasserine, Selasa (19/01), para aparat keamanan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa yang jumlahnya kini diperkirakan sudah mencapai sekitar 1.000 orang.

Unjuk rasa juga sudah menyebar ke beberapa kota lain, termasuk ibu kota Tunis, walau dengan skala yang lebih kecil.

Tunisia dinilai berhasil dalam menempuh transisi politik sejak ‘revolusi’ lima tahun lalu, tapi pemerintah masih belum berhasil mengatasi masalah-masalah sosial, termasuk kemiskinan.

Lebih dari sepertiga pemuda pemudi di Negara Timur Tengah itu luntang lantung tanpa pekerjaan. Sementara 62 persen sarjana juga dikabarkan menganggur.
“Kami sudah menunggu selama lima tahun, berharap keadaan akan semakin baik. Tapi tidak ada yang terjadi. Kami lelah dengan semua janji-janji palsu pemerintah,” kata Yassine Kahlaoui (30), salah seorang pencari kerja.

sumber: kiblat.net
Like Fanpage kami :

Friday, January 22, 2016

Post a Comment
close