Berbagi Keresahan Atas Dunia Kampus



oleh: Ezufatrin (Pimred Poros Media, media politik mahasiswa)

Kampus merupakan wadah yang didalamnya terhipun dua kekuatan perubahan yaitu jiwa muda dan intelektualitas, dengan dua potensi ini maka dobrakan besar haruslah berasal dari kampus, namun sungguh ironis saat menatap kondisi kampus saat ini. semakin langka diskusi-diskusi konseptual, hilangnya rasa empati atas penderitaan rakyat, tumpulnya daya fikir dan analisa politik, serta jauhnya para aktivis dari pengorbanan.

Teringat dikala maba, menatap para kelas eksekutif mahasiswa, memposisikan dan diposisikan bak penguasa, datang dipapak dengan pagar betis, ditunggu-tunggu luncuran kata dengan intonasi cepat dan berapi-api, yang tentu membuat para maba terkagum-kagum, tapi apa mau dikata ternyata episode cuma sampai disitu, kata-kata hanya berhenti sebagai basa basi retorika, kita hanya menyaksikan bagaimana canggihnya kemampuan public speaking para aktivis kampus, betapa kerennya pilihan kata dan teknik lobying, dan diajarkan cara jitu dalam bersidang jika menemukan kekacauan, dalam bahasa kerennya "teknik sidang". Sekali-sekali turun kejalan, meski tak membawa konsep perubahan yang jelas sebagai tawaran, maka tak salah rasanya jika ada sebagian pihak menganggap aksi mahasiswa yang turun kejalan saat ini hanya narisisme mahasiswa belaka, pengen di foto lalu masuk koran, dan kemudian diberi gelar sebagai aktivis, untung-untung waktu wisuda dikasi kesempatan orasi sebagai pengharagaan bahwa ketika dikampus aku adalah aktivis. 

hadeh...

Setelah dari kampus kemana mereka?
masih tersisakah vokalitas suara ketika dikampus?
mayoritas hilang ditelan tuntutan perut.

Organisasi kampus dijadikan ajang memperpanjang deretan curriculum vitae (CV), buat memukau para HRD perusahaan-perushaan bonafit, paling bantar ajang penempaan diri untuk meningkatkan soft skill dan hardskill. 

Salahkah? 
Bagi saya, salah besar.

Jika kampus hanya dijadikan ajang ego sentris kepentingan pribadi seperti ini maka layaklah kampus beserta organisasinya tak dapat menghasilkan apa-apa kecuali orang-orang yang pintar bicara, entah yang dibicarakan apa, terkadang sampah pun menjadi menarik jika diucapkan oleh para orator kampus, jago bermain kata namun tersemat berjuta intrik. Organisasi kampus hanya mengulang agenda-agenda tahunan yang sarat pesanan, tak punya renstra jitu pengentasan masalah rakyat.

Sejatinya kampus adalah ajang pengorbanan, sebuah dedikasi elemen-elemennya untuk senantiasa menjadi oposisi permanen tirani penguasa atas rakyat, sehingga menjadi kewajiban mutlak bagi mahasiswa kampus untuk senantiasa duduk bersama membahas akar masalah dan konsep perubahan, bukan berdiri hanya sebagai penanggap respon atas keresahan rakyat, perlu dicatat kawan kita bukan hewan yang melawan saat merasa terganggu. Respon wajib diberikan namun harus dibangun dalam sebuah eskalasi besar yang hendak dicapai, yang tentu harus selaras dari detik tiap detik perjuangannya dengan pemukulan yang terus menerus secara persisten kepada jantung permasalahan sembari merangkak selangkah demi selangkah kearah solusi pengganti, yaitu Islam dengan konsep negara paripurnanya berupa Khilafah.

Kawan, Kampus tak boleh menjadi ladang kaderisasi orang-orang sekuler. Kampus harus menjadi medan perterungan sengit yang wajib segala daya upaya dicurahkan atasnya, karena dari rahim kampuslah akan terlahir penguasa-penguasa atas rakyat.

Jika kampus ditata dan dikelola oleh pihak-pihak yang meminggirkan Allah maka sudah bisa dipastikan penguasa rakyat selanjutnya adalah orang-orang yang juga menjadikan Allah dan syariatnya sekedar kaligrafi dinding rumah mereka, bahkan ada yang menjadikannya sebagai azimat pengusir hantu.

Oleh karena itu kampus tak boleh ditinggalkan oleh dakwah, dakwah harus menyatu bersama-sama dunia kampus, tak hanya menjadi warna namun harus menjadi nafas bagi kampus. Dakwah wajib menjadi poros kehidupan bagi para pengembannya, dan menjadikan kampus sebagai medan juangnya. Maka dari kampuslah pukulan itu akan terlahir, pukulan kejantung kapitalisme sebuah peradaban rusak nan merusak, yang sebentar lagi akan berakhir insyaAllah dan berganti dengan KHILAFAH, InsyaAllah.

wallahualam

#Student4Khilafah
#RevolusiIslam


Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Monday, January 11, 2016

Post a Comment
close