Gerakan LGBT Menyasar Para Pemuda Labil



Jakarta – Peneliti dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Tiar Anwar Bachtiar menyatakan, bahwa penyebaran gerakan LGBT memanfaatkan anak-anak muda yang masih labil.

“Nah, kesuksesan penyebaran LGBT ini salah satunya melalui jalur anak-anak muda yang secara mental psikologis masih labil dalam berfikir dan menentukan sikap,” ujar Tiar sebagaimana dikutip dari Dakta.com, Jum’at (29/01).

Ia juga menyatakan, gerakan LGBT saat ini adalah buah dari penanaman ide liberalisme sejak 20 tahun lampau. Pada tahun 70an dan 80an, tokoh-tokoh LGBT mulai bermunculan dan gencar menyuarakan pemikirannya di Indonesia. Namun karena tidak ditangani dengan serius, gerakan ini terus tumbuh hingga sebesar sekarang.

Ia menjelaskan bahwa dari SMA, gerakan LGBT sudah mulai merayu para remaja melalui berbagai media untuk menerima pemahaman-pemahaman yang mereka sampaikan. Dan ketika menginjak bangku kuliah, karena sudah lebih mandiri, mereka ini kemudian didorong untuk bersuara mengampanyekan LGBT.

“Makanya kita lihat, jarang gerakan LGBT menyasar orang-orang yang sudah cukup umur,” paparnya.

Untuk membentengi umat dari gerakan ini, Tiar menjelaskan bahwa harus ada dai-dai yang bekerja untuk merangkul dan memberikan bimbingan serta konseling terhadap mereka yang terjebak dengan perilaku menyimpang ini.

Selain itu, peran pemerintah untuk mencegah gerakan LGBT juga dinilai memiliki peran besar. Oleh karenanya ia menghimbau kepada seluruh elemen umat agar terus mengawal pemerintah agar jangan sampai melahirkan UU yang melegalkan keberadaan mereka.

“Bisa kita lihat bahwa negara-negara yang melegalkan LGBT adalah negara yang sudah tidak lagi memiliki kepekaan moral,” pungkasnya.

sumber: kiblat.net
Like Fanpage kami :

Saturday, January 30, 2016

Post a Comment
close