Indonesia Butuh Revolusi Sungguhan Agar Selamat Dari Kehancuran



“Indonesia telah jadi negara gagal adalah fakta, bukan isapan jempol belaka. Indonesia adalah negara bangsa besar seluas benua Eropa, kaya raya, dan strategis yang seharusnya mampu mewujudkan masyarakat adil dan makmur, serta sejajar bahkan unggul dengan bangsa asing manapun didunia sebagaimana cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Namun kenyataannya sungguh sangat paradoks, Indonesia jadi miskin, kerdil, terbelakang, tak miliki harga diri dan martabat dimata bangsa asing bahkan kini sudah tidak berdaulat lagi, terjajah kembali oleh bangsa asing. Lebih dari 80% aset ekonomi dan kekayaan alam Indonesia sudah lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi dikuasai asing. Demikian pula, sistem informasi dan komunikasi, lembaga perbankan atau keuangan, dan sistem transportasi.

Sungguh sangat naif para elit negeri ini dalam mengelola bangsa negara. Hanya kedepankan kepentingan diri sendiri dan golongan, serta lacurkan diri ke bangsa asing dengan mengorbankan rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Kondisi ini harus segera dihentikan sebelum Indonesia hancur berantakan bahkan NKRI segera bubar tinggal nama dalam sejarah peradaban dunia sebagaimana pernah dialami Sriwijaya abad VII dan Majapahit abad XIV”, tegas Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed di Jakarta (4/1)

“Satu-satunya harapan Indonesia yang tersisa hanyalah 54,9 juta UMKM, termasuk 25 juta PKL didalamnya, dan segera dilumat asing dengan dalih Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jika kenyataan ini dibiarkan maka Indonesia segera gagal secara paripurna sebagai negara bangsa yang merdeka dan berdaulat, dan seutuhnya dijajah kembali oleh bangsa asing.

Tanpa intervensi Negara RI, dalam hal ini rezim Jokowi-JK maka MEA segera menjelma jadi Neo-VOC. Adalah sungguh sangat naif dan  mengabaikan amanah konstitusi Negara RI, serta apa maksud dibalik pernyataan yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa pemerintah RI tidak akan melindungi ekonomi rakyat menghadapi MEA pada pembukaan Kongres XX Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Jakarta pada 12 Desember 2015.

Untuk itu, apapun resikonya, APKLI tegas menolak MEA dan melawan segala bentuk penjajahan ekonomi rakyat era rezim JokowiJK. Hal tersebut telah ditetapkan dalam Rapimnas III APKLI di Mataram NTB tanggal 18-20 Desember 2015, ujar Ali dokter ahli kekebalan tubuh yang juga Ketua Umum Presidium Sekber INDONESIA BERDAULAT.

Indonesia hancur dan bubar tidak boleh terjadi. Tak ada kata lain kecuali segera selamatkan Indonesia sebagai Negara Bangsa yang merdeka dan berdaulat. Hanya rakyat, pemuda dan mahasiswa yang mampu menyelamatkan Indonesia. Dan satu-satunya jalan hanyalah melalui revolusi Indonesia karena segenap perangkat tata kelola Indonesia (eksekutif, legislatif dan yudikatif) sudah dilumpuhkan kepentingan penjajahan asing.

Tak perlu takut atau alergi dengan revolusi. Tiidak selalu harus berdarah-darah, sudah banyak preseden revolusi damai di dunia, pungkas Ali Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995 – 1998. 

sumber: eramuslim
Like Fanpage kami :

Monday, January 4, 2016

Post a Comment
close