Ini Nih Cara Cerdik Menolak Jabatan Ala Abu Hanifah



Di saat orang-orang berlomba memperebutkan jabatan di zaman ini, Nu’man bin Tsabit atau yang lebih dikenal dengan  Abu Hanifah menolak ketika ditawari menjadi seorang qadhi. Beginilah kisahnya

Amirul Mukminin Abu Jakfar Al-Manshur memindah Abu Hanifah dari Kufah ke Baghdad dan mengatakan, “Abu Hanifah, Anda saya angkat menjadi qadhi.”

“Aku tak pantas,” jawabnya singkat.

“Kami tak punya orang yang lebih alim dari Anda,” kata Abu Ja’far.

Abu Hanifah tetap menolak. Abu Jakfar Al-Manshur bersumpah, Abu Hanifah tak boleh menolak! Abu Hanifah juga bersumpah, dia akan tetap menolak sembari mengatakan, “Aku tak pantas menjadi qadhi.”

Rabi’, perdana menteri Al-Manshur menanyai Abu Hanifah, “Apakah kamu tak tahu bahwa Amirul Mukminin telah bersumpah bahwa kamu harus mau menjadi qadhi?”

“Amirul Mukminin lebih mampu membayar kafarah sumpahnya daripada aku,” jawab Abu Hanifah. Lalu dia melanjutkan, “Bertakwalah kepada Allah dan jangan mengangkat pejabat kecuali orang yang takut kepada Allah. Demi Allah, saat senang saja aku tak bisa mengendalikan diri, apalagi saat marah?Andai Anda menyuruhku memilih, ditenggelamkan di sungai Eufrat atau diangkat menjadi pejabat pasti aku akan memilih yang pertama. Selain itu, Anda juga punya bawahan-bawahan yang menuntut orang lain menghormati mereka, dan aku tidak bisa melakukannya.”

“Anda berbohong! Anda bisa!” kata Abu Jakfar Al-Manshur.

“Anda telah menyebutku berbohong,” sahut Abu Hanifah, “Tapi Anda tetap ingin mengangkatku menjadi qadhi?” pungkasnya.

sumber: kiblat.net

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Wednesday, January 13, 2016

Post a Comment
close