ISIS HANYA TUMBAL, PERANG MELAWAN TERORISME ADALAH PERANG TERHADAP ISLAM


Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Badrodi Haiti menegaskan polisi akan bekerja secara profesional dan hati-hati dalam menangani isu terorisme. 

"Ketika kami memerangi kelompok ISIS, yang kami perangi itu bukan agama mereka, melainkan potensi teror dan tindak kekerasan yang mereka munculkan," ujar Badrodin di Jakarta, Selasa (19/1).

Ini adalah pernyataan sersifat politis. Sifat statemen politik seringkali menyembunyikan yang zahir dan menzahirkan yang sembunyi. Baik disadari atau tidak oleh pembuat pernyataan. Sehingga kita tidak boleh percaya begitu saja, tanpa berfikir kritis dan politis. 

Kalimat ini tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan Presiden AS Barack Obama Desember 2015 lslu. Obama menegaskan, bahwa ISIS bukan bagian dari ISLAM. "Warga Amerika tidak boleh memandang upaya untuk memberangus ISIS sebagai perang antara Amerika Serikat dengan Islam". 

Menurut dia, Muslim justru adalah sekutu dan sumber daya penting dalam perang melawan ISIS. Muslim, lanjut dia, adalah tetangga, teman, serta "pria dan wanita berseragam" yang ikut melindungi kepentingan Negeri Paman Sam di luar negeri (www.lensaberita.net)

Pernyataan Obama ini bertentangan dengan hakikat. Artinya Obama membual. Justru pernyataan Obama ini untuk menutupi hakikat kebiadaban yang telah dilakukan Amerika Serikat terhadap kaum muslimin.

Apa yang dilakukan Amerika terhadap kaum muslimin di Afganistan tahun 2001, menunjukkan watak Amerika yang sesungguhnya. Dan saat itu Amerika juga mengatakan bukan memerangi kaum muslimin, tapi Al Qaida. 

Tetapi pada kenyataannya hampir 3.000 warga sipil tewas dan lebih dari 5.600 mengalami luka-luka. Apakah dengan jumlah korban kaum muslimin seperti itu menunjukkan bahwa Amerika bersahabat dengan kaum muslim? 

Di Irak, dalam perang teluk AS dan sekutunya tahun 1991-2003, telah terbukti menggunakan uranium dengan kekuatan 250 kali bom atom. Kondisi demikian membuat penderitaan yang berketurunan bagi kaum muslimin di Irak karena efek radiasi uranium. Apakah sikap seperti ini yang dimaksud Obama dengan istilah "teman"? 

Hampir 5 tahun kaum muslimin di Suriah dibunuh dengan senjata dan dimatikan secara perlahan dengan kelaparan. Sungguh kebiadaban yang tidak pernah dilakukan oleh binatang buas sekalipun. Apa yang dilakukan Rezim Basyar Assad adalah dalam sekenario Amerika. Mereka juga membual bahwa mereka memerangi ISIS. Apakah ini yang Paman Sam sebut dengan istilah tetangga yang baik? 

Obama pada adalah berbohong. You Mr Obama; "YOU ARE NOT WHAT YOU HAVE SAID, BUT YOU ARE WHAT YOU HAVE DONE", anda bukan apa yang anda katakan, tapi anda adalah apa yang anda lakukan. 
ليس أنت ما تكلّمت، لكن أنت ما فعلت
Firman Allah SWT.

(إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ)
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (An Nahl 105).

Tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Kapolri. Seolah perang terhadap ISIS tidak memerangi kaum muslimin. Padahal dari awal, persoalan teroris selalu dikaitkan dengan Islam. Jika ada pemboman, teror, pelakunya selalu dikaitkan dengan Islam. Dan icon terorisme itu adalah ISIS. ini adalah menzahirkan yang tersembunyi, dan sekaligus menyembunyikan yang zahir. 

Istilah memerangi dan memberangus ISIS hanya agar terkesan tidak secara pulgar merangi Islam dan kaum muslimin. 

Secara kata-kata, ISIS dan terorisme selalu dikatakan tidak ada kaitannya dengan Islam, namun secara fakta, diwaktu yang sama, setiap hari, dan hampir di semua syahwat media TV, di setiap kejadian yang berbau teror, selalu saja dikatkan dengan Islam. 

Yang terekam di benak masyarakat bukan yang dikatakan, namun apa yang terjadi dan dilakukan. Ini adalah bentuk penyesatan politik. Tahdlil siyasiy.

Seperti apa dikatakan Kapolri; "Kami akan menangani persoalan terorisme dan ISIS ini secara hati-hatji dan profesional. Namun kenyataan yang ditunjukkan densus 88 selalu saja salah tangkap dengan segala siksaannya terhadap kaum muslimin. 

Kaum muslimin....
ISIS tidak lebih dari sekedar tumbal yang wujud dan keberadaannya memang sengaja dikaburkan dari awal. Tumbal ini akan terus "berevolusi" sesuai dengan efektivitasnya. 

Sebelum ISIS eksis, ada al Qaida. Juga ada tokoh Dr Azhari. Semuanya itu adalah tumbal untuk menembak Islam dan kaum muslimin secara tidak langsung. 

Kaum muslimin harus menyadari, bahwa sejatinya persoalan terorisme --yang saat ini dengan tumbal ISIS-- adalah produk impor. Hakikatnya ini adalah alibi AS untuk mengintervensi negeri-negeri Islam. Dan penguasa negeri ini tidak sepantasnya menjalankan program impor Amerika Serikat tersebut. []
Like Fanpage kami :

Tuesday, January 19, 2016

Post a Comment
close