Jika Saya Adalah Teroris



Oleh: Uswah Cajou

JIKA saya adalah teroris, maka saya akan berusaha agar tampak sebagai korban.

Jika saya adalah teroris, maka saya juga akan membuat supaya saya tampil memberi solusi, seolah pahlawan.

Jika saya adalah teroris, maka saya akan membuat bukti-bukti yang muncul tidak mengarah ke saya. Malah saya akan membuat supaya musuh saya yang dituduh sebagai terorisnya.

Jika saya adalah teroris, saya akan menyebarkan opini bahwa ciri teroris adalah seperti ciri musuh saya.


Jika saya adalah teroris, saya akan tidak peduli jika ada yang menjadi korban. Yang penting tujuan saya tercapai dan saya mendapat keuntungan. Kecuali orang-orang yang saya pedulikan, akan saya peringtakan mereka agar menjauhi area bahaya.

Tetapi Islam mengajarkan saya untuk tidak menjadi teroris. Bahkan, menyakiti orang lain secara lisan saja tidak diperbolehkan.

“Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR Bukhari Muslim)

Apalagi membunuh secara serampangan, yang dibunuh pun entah kenal atau tidak. Jelas sekali, itu bukanlah perilaku yang berdasarkan Islam.

Siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.(QS. Al-Maidah : 32)

Tentu berbeda halnya dengan pandangan hidup kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Bagi mereka, apa pun sah saja dilakukan untuk mencapai tujuan.

Apa pun akan dilakukan untuk mendapat keuntungan.

Jadi, apakah saya adalah teroris? Atau atau? 

sumber: islampos
Like Fanpage kami :

Friday, January 15, 2016

Post a Comment
close