Ketika Ahli Fikih “Mendebat” Seorang Khalifah



Seorang khalifah dari Bani Umayyah pernah meminta ajudannya untuk mencarikan ahli fikih. Ia berniat untuk mengangkat ahli fikih itu sebagai hakim kerajaan.

Datanglah ahli fikih ke istana. Sang khalifah pun langsung mengutarakan maksud untuk mengangkatnya sebagai hakim. “Kamu sekarang aku nobatkan sebagai hakim kerajaan,” kata khalifah.

Dengan santun, ahli fikih itu menjawab permintaan khalifah, “Aku tidak bisa khalifah. Aku tidak layak untuk itu.”

Jawaban tersebut tentunya mengagetkan khalifah yang sudah berharap lebih kepadanya. Dengan nada marah, khalifah berkata, “Kamu bohong kalau kamu mengatakan tidak layak.”

Dengan seketika, ahli fikih itu menimpali, “Nah, sudah jelas kan. Anda telah menganggap saya memang tidak layak karena meragukan ucapanku tadi.”

“Maksudmu gimana?” tanya khalifah.

“Jika aku seorang pembohong -sebagaimana anggapan Anda barusan- maka aku tentunya tidak layak menjadi hakim. Dan jikalau aku jujur, aku katakan kepada Anda bahwa aku memang benar-benar tidak layak untuk jabatan itu.” jelasnya.

Mendengar penuturan ahli fikih, khalifah itu pun akhirnya memaklumi. Dia memang undur diri untuk menjalankan jabatan yang penuh konsekuensi tersebut.

sumber: kiblat.net
Like Fanpage kami :

Sunday, January 24, 2016

Post a Comment
close