Ketum PII: Masih Ada Keganjilan di Sana Sini, Teror Bom Thamrin Harus Didalami


Jakarta – Ketua umum Keluarga Pelajar Islam Indonesia (KBPII), Nasrullah Larada mengatakan bahwa kasus pengeboman dan penembakan di Jl. Thamrin beberapa waktu lalu masih harus didalami.

“Kalau persoalan teror, iya mereka itu melakukan teror. Ini siapanya itu yang harus kita gali lebih baik lagi. Apakah itu ISIS atau yang lainnya, atau justru itu dari kalangan yang akan membikin kacau negara kita, bangsa kita, kerukunan kita. Sehingga, menimbulkan nama-nama agama,” ujarnya kepada Kiblat.net, Ahad (17/01) di Jakarta.

Oleh sebab itu, kata dia, motifnya pun perlu untuk digali. Apakah memang benar pelakunya adalah anggota ISIS. “Kalau ISIS saya pikir harus ada kriterianya, mengapa disebut ISIS. Apakah bener mereka ISIS, tapi dikalangan internasional tidak diakui,” ujarnya mempertanyakan.

Ia juga mengatakan bahwa masih ada keganjilan dalam pengeboman tersebut. “Ini pertanyaan besar siapa yang melakukan teror-teror ini, mengapa tiba-tiba ada orang yang dengan gampangnya mengambil gambar,” tambahnya.

Kabar ini pun menjadi panas di telinga masyarakat. Maka, perlu ada pendidikan atau edukasi kepada masyarakat tentang apa yang disebut teror.

“Kita harus pelan-pelan, setelah isu-isu semuanya selesai. Baru kita mulai pendidikan edukasi, itu kan perlu. Menjelaskan kepada masyarakat apa sih yang disebut teror. masak ISIS terornya kecil-kecilan begitu, itu kan tingkat petasan. Masak ISIS kok cuma ecek-ecek begitu,” tuturnya.

Ia menilai, bahwa peran media di sini sangat penting untuk menjaga ketentraman masyarakat bukan dibesar-besarkan dengan isu-isu yang tidak benar.

“Peran media cukup penting untuk mengharmoniskan, untuk menjaga keamanan, ketenangan, ketentraman masyarakat bangsa. Jangan kemudian media yang punya peran penting mengacaukan dengan isu-isu yang nggak jelas,” pungkasnya.

sumber: kiblat.net
Like Fanpage kami :

Sunday, January 17, 2016

Post a Comment
close