Makan, Ini Dia Etikanya



SETIAP manusia pasti membutuhkan makan. Ya, makan dilakukan sebagai bentuk pemberian nutrisi untuk menghasilkan energi dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bukan hanya manusia, makhluk hidup lain pun membutuhkan makan. Akan tetapi, kita sebagai manusia diberi akal dan pikiran, sebagai pembeda dari makhluk lainnya. Termasuk dalam hal makan, manusia memiliki etika tersendiri, dan Islam telah mengaturnya. Apa saja etika ketika makan?

Di antara etika sedang makan adalah sebagai berikut:

1. Memulai makan dengan mengucapkan basmalah.

2. Mengakhiri makan dengan memuji Allah Ta’ala.

3. Ia makan dengan tiga jari tangan kanannya, mengecilkan suapan, mengunyah makanan dengan baik, makan dari makanan yang dekat dengannya (pinggir) dan tidak makan dari tengah piring, karena dalil-dalil berikut:

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar bin Salamah, “Hai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (pinggir),” (Muttafaq Alaih).

4. Mengunyah makanan dengan baik, menjilat piring makannya sebelum mengelapnya dengan kain, atau mencucinya dengan air.

5. Jika ada makanan yang jatuh, ambil dan makanlah.

6. Tidak meniup makanan yang masih panas, memakannya ketika telah dingin, ketika bernafas di air ketika minum, dan bernafas di luar air hingga tiga kali.

7. Menghindari kenyang yang berlebih-lebihan.

8. Memberikan makanan atau minuman kepada orang yang paling tua, kemudian memutarnya kepada orang-orang yang berada di sebelah kanannya dan seterusnya, dan ia menjadi orang yang terakhir kali mendapatkan jatah minuman.

9. Ia tidak memulai makan atau minum, sedang di ruang pertemuannya terdapat orang yang lebih berhak memulainya, karena usia atau karena kedudukannya, karena hal tersebut melanggar etika, dan menyebabkan pelakunya dicap rakus. Salah seorang penyair berkata,

Jika tangan-tangan dijulurkan kepada perbekalan,
Maka aku tidak buru-buru mendahului mereka, sebab orang yang paling rakus ialah orang yang paling buru-buru terhadap makanan.

10. Tidak memaksa teman atau tamunya dengan berkata kepadanya, “Silahkan makan,” namun ia harus makan dengan etis (santun) sesuai dengan kebutuhannya tanpa malu, atau memaksa diri malu-malu, sebab hal tersebut menyusahkan teman atau tamunya, dan termasuk riya, padahal riya itu diharamkan.

11. Ramah terhadap temannya ketika makan bersama dengan tidak makan lebih banyak dari porsi temannya, apalagi jika makanan tidak banyak, karena makan banyak dalam kondisi seperti itu termasuk memakan hak (jatah) orang lain.

12. Tidak melihat teman-temannya ketika sedang makan, dan tidak melirik mereka, karena itu bisa membuat malu kepadanya.

13. Tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dipandang tidak sopan oleh masyarakat setempat.

14. Jika ia makan bersama orang-orang miskin, ia harus mendahulukan orang miskin tersebut. Jika ia makan bersama saudara-saudaranya, ia tidak ada salahnya bercanda dengan mereka dengan batas-batas yang diperbolehkan. Jika ia makan dengan orang yang berkedudukan, maka ia harus santun, dan hormat terhadap mereka.

sumber: islampos
Like Fanpage kami :

Friday, January 8, 2016

Post a Comment
close