NAMUN SHOLEH RADIKAL ITU JUGA ADA.




oleh: Prof Fahmi Amhar

Orang itu, subhanallah, begitu sholehnya.
Tak pernah ia ketinggalan sholat shubuh di masjidnya.
Puasa Dawud juga selalu dikerjakannya.
Istri dan putri-putrinya juga memakai jilbab dengan anggunnya.
Taddarus Qur'an, ya setiap hari minimal satu juz dibacanya.
Menghafal Qur'an bahkan salah satu obsesinya.
Dia juga gemar bersedekah ke siapa saja.
Atau silaturahmi ke para ulama dan orang-orang tua.
Shalawat dan dzikir sering menghias bibirnya.
Kalau pilih makanan, halal itu nomor satu baginya.
Dan pergi umrah menjadi ritual tahunannya.


Ya orang itu begitu sholehnya.
Namun dia mengaggap hukum Islam itu cuma dua:
kalau tidak diwajibkan, ya pasti diharamkan - katanya.
Sunah - mubah - makruh, itu tidak ada dalilnya katanya.
Lalu juga, umat sekarang itu sudah begitu tersesat oleh dunia,
apalagi para pemimpinnya, mereka itu thoghut semua.
Kalau ada banyak gerakan Islam, itu Nabi telah mengabarkannya.
Umatku terbagi 73 golongan, 72 golongan masuk neraka,
Hanya satu yang akan masuk surga, dan itu kelompoknya saja !!!
Oleh karena itu, di luar kelompoknya udah kafirlah menurutnya.
Dan kalau engkau tidak ikut mengkafirkan, engkau kafir juga !!!
Karena tidak mengkafirkan orang kafir, itu pasti sesat adanya.


Lalu dia punya pemahaman, memerangi kafir itu wajib di mana saja.
Bahkan dia hafal ayatnya:
"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun diantara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong" (Qs. 4:89)
Dan karena di luar kelompoknya telah dikafirkannya,
maka dengan ringan dia bisa menebar teror di mana saja dia suka.

Jadi orang sholeh yang radikal itu memang ada.
Seolah-olah Qur'an itu, yang paham cuma dia dan kelompoknya saja,
Padahal ikhtilaf itu sudah terjadi bahkan saat Nabi masih ada.

Namun kita juga keliru dan salah duga,
Kalau menganggap yang radikal itu pasti sholehlah orangnya,
atau yang sholeh itu, pasti berpotensi radikal dan teroris ujungnya.
Karena antara sholeh individu dan paham realitas sosial, itu memang beda.
Like Fanpage kami :

Wednesday, January 20, 2016

Post a Comment
close