Orang-Orang Pinggiran



oleh: ezufatrin

Terkadang hadir didepan mata kita, calon-calon pejuang yang lemah dan tak dianggap, terpinggirkan dan jarang dipercaya memegang amanah, dikomunitasnya juga hanya orang pinggiran, ada dan tiadanya tak jadi bahan pembicaraan, dibuang tak merasa hilang, hadir tak dirasa ada, justru malah sering dianggap sebagai beban.

yupz... ada begitu banyak didalam barisan dakwah orang-orang pinggiran dari sisa-sisa kaderisasi kampus, tak lolos rekrutmen semua pintu-pintu organisasi, diabaikan dan dicoret dari barisan-barisan orang-orang terpilih. bicara tak lantang, berfikir kadang tak nyambung, bertindak sering tak konsisten. 

yupz.. ada bagitu banyak didalam barisan dakwah orang-orang yang tak lebih dari sisa seleksi alam ala kampus, tak lolos wawancara BEM, SENAT, ROHIS, dll.. hidup segan mati tak mau, kira-kira begitulah gambarannya. 

Namun orang-orang seperti inilah yang banyak mengisi barisan dakwah, orang-orang pinggiran yang tak jago retorika, tak jago berkelit sastra, tak jago loby dan berkata, yang dia tau hanya satu, bersikap apa adanya. harta tak punya, nebeng kemana-mana, laptop pinjam teman, ke kantin kampus nunggu traktiran.

ada banyak dibarisan dakwah, terkadang benar-benar tak diharapkan.. terkadang benar-benar dipinggiran dan dipinggirkan. namun Allah menakdirkan ia berada didalam barisan pejuang-Nya dengan penempaan ala Rasul-Nya, dengan gembelengan para pejuang-pejuang yang lainnya, ia menjelama berubah dan mengaum bagaikan singa. Ia menjadi pribadi yang menangis dikala malam karena takut akan dosa diwaktu siang, dan mengaum dikala siang karena takut akan penyesalan dikala malam.

ia menjadi pejuang tangguh, berteriak dan melawan, ia mampu membungkam para pejuang retorika sampah, berbicara berputar-putar tak ada ujung pangkal bagaikan kucing lagi berantam. Didalam dadanya tersemat bara kemarahan atas tirani namun bersanding dengan keikhlasan yang tulus akan penunaian tugas suci dari Tuhannya, Allah SWT. Digilas dan dihempasakannya pujangga-pujangga kekufuran, berbicara manis penuh penistaan.

Kawan, dakwah bukan tentang siapa yang masuk, bukan tentang para jendral yang direkrut, tapi tentang siapa yang Allah takdirkan dan Allah pilih untuk menjadi pembela-Nya, yang Allah pilih untuk menjadi Penjaga dan pejuang Islam yang terpercaya, yang jujur dan ikhlas meneteskan peluh, air mata dan darah. Maka merekalah yang akan bertahan dalam tempaan berat nan panjang ini.

Terkadang mereka yang nampak bagus dan berkualitas tak lebih sekedar penghibur semata, beretorika dengan semangat membara namun penuh keangkuhan dan kesombongan didalam dada, Justru berlarian dan berguguran dijalan dakwah. karena dakwah adalah jalan yang berat kawan, jalan yang dilalui oleh orang-orang pilihan dikalangan manusia, dan tugas utama para nabi diutus ke muka bumi ini.

jadi, jangan abaikan para pejuang dalam barisanmu...
kita tak tau siapa diantara mereka yang Allah Ridho menjadi Pasukan-Nya.
kita tak tau siapa diantara mereka yang Allah pilih menjadi Jendral-Jendral dakwah selanjutnya.

inilah pentingnya Halqah
inilah pentingnya Tatsqif
inilah pentingnya tarbiyah
inilah pentingnya pembinaan
dan inilah pentingnya kita berjamaah dalam dakwah.

Like Fanpage kami :

Tuesday, January 5, 2016

Post a Comment
close