Pengajian di Monas Dilarang karena Alasan Kebersihan, Tetapi Saat Tahun Baru Sampah Berserakan



Setelah perayaaan pergantian tahun baru masehi, warga DKI Jakarta banyak meninggalkan sampah di kawasan Monumen Nasional (Monas).  

Menurut seorang pekerja harian lepas (PHL) di kawasan Monas, Muhamad Mansur mengatakan, dirinya sudah mulai membersihkan kawasan di dalam Monas sejak pukul 04.00 WIB. Saat itu banyak sekali sampah yang berserakan.

"Banyak sekali sampah-sampah besar terserbar, terutama sampah-sampah besar. Sekarang sudah tinggal yang kecil-kecilnya saja," ujarnya dikutip metrotvnews.com, Jumat (1/1/2016).

Karena saking banyaknya sampah yang berserakan, Masur mengatakan, para PHL dibantu petugas keamanan dan office boy (OB) Monas dalam membersihkan sampah-sampah di areal Monas.

Kawasan Monas seharusnya menjadi daerah bebas sampah bahkan bebas dari pedagang kaki lima (PKL). Hal tersebut pernah ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang pernah melarang kegiatan pengajian di Monas dengan alasan kebersihan. Pelarangan Ahok tersebut dengan dasar menjalankan Kepres 1995 bahwa Monas wilayah steril.

Ahok mengatakan, ia ingin mempertahankan kebijakan itu. Amanat dari sebuah Keputusan Presiden yang dikeluarkan pada tahun 1995 menyebutkan bahwa Monas adalah kawasan sakral negara yang harus dijaga dari tindakan yang menodainya seperti adanya PKL yang merusak lingkungan karena tidak menjaga kebersihan.

sumber: suaraislam
Like Fanpage kami :

Friday, January 1, 2016

Post a Comment
close