Rahasia Lebah dalam Al-Qur’an



Assalamua’alaikum Warahmaullahi Wabarakatuh. Ustadz, saya ingin bertanya soal bagaimana Al-Quran menjelaskan tentang keistimewaan lebah yang menghasilkan madu sebagai obat bagi manusia? Jazakallah.

IBU OYAH/ HP. 085926006XXX

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Ibu Oyah yang baik, memang benar Al-Quran telah menjelaskan keistimewaan lebah sebagai penghasil madu. Jelasnya dalam surat An-Nahl ayat 68, di sana kita menemukan kalimat ‘auha.’ Kalimat ini disinggung dalam Alquran lebih dari 40 kali. Kalimat ini sebenarnya mengandung 2 pengertian.

Pertama, wahyu yang kita pahami yaitu wahyu sebagai firman Allah pada para nabi dan rasul-Nya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah An-Nahl berikut:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya. Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS Al- Nisa:163).

Kedua, wahyu disini memiliki pengertian ilham, sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah Swt berikut:

“Ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang di ilhamkan.” (QS Thaha: 38).

Pada ayat ini, wahyu diartikan sebagai ilham. Pengertian serupa dapat diterapkan pada ayat dalam surat Al-Nahl di atas.

Dalam menafsirkan ayat ini Ibnu Katsir berkata, “Maksud dari kata wahyu di sini adalah ilham, petunjuk, dan arahan Allah terhadap lebah untuk membuat sarang-sarangnya diperbukitan, pepohonan, dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Sarang-sarang tersebut dibuat dengan sangat sempurna, berbentuk segi enam dan padat dengan garis jejaring, tanpa sedikitpun celah atau kekurangan dalam pembuatannya.”

Berkenaan dengan penafsiran ayat tersebut, Al-Thabari mengatakan, “Tuhanmu, wahai Muhammad, telah mengilhamkan kepada lebah dengan sesungguhnya. Al-Qurthubi juga berpendapat sama dengan penafsiran yang dikatakan oleh Ibnu Katsir dan Al-Thabari. Dalam tafsirnya, Al-Qurtubhi berkata, “Wahyu itu terkadang bermakna ‘ilham’, yaitu sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT di dalam hati makhluk-Nya sebelum melakukan sesuatu, tanpa sebab yang jelas.”

Allah SWT dalam Kitab Suci-Nya menginformasikan kepada kita bahwa seekor lebah mengetahui bentuk-bentuk rumahnya di pohon dan di bukit sesuai ilham yang disusupkan melalui hikmah Allah ke dalam hatinya. Karenanya, pengetahuan lebah ini tidak berdasarkan perilaku yang terjadi secara terus-menerus atau adat kebiasaan. Makhluk yang kecil ini membuat decak kagum yang luar biasa.

Semua keistimewaanya membuat manusia mengaku kalah. Ia juga mampu membuat minuman terbaik (madu) yang sarat manfaat, dan obat di muka bumi.

Inikah hasil yang telah dicapai oleh para peneliti Prancis? Sementara 14 abad silam, Allah telah mewahyukannya kepada Rasul-Nya yang mulia. Bagaimana mungkin seorang manusia yang hidup di lingkungan padang pasir yang tandus dapat mengetahui realita ilmiah seperti ini jika beliau bukan seorang Nabi dan Rasul? Sebuah realita ilmiah yang digeluti oleh manusia abad ke-21 bertahun-tahun lamanya dengan berbagai eksperimen untuk menguji validitasnya.

Seandainya mengikuti jejak langkah serangga yang kecil ini, tim ilmuwan ini pasti menemukan bahwa ilhamlah yang menuntun serangga itu untuk mengikuti jalan Dzat yang memberikan ilham kepadanya. Maha benar firman Allah Swt berikut:

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia.” (QS Al-Nahl: 69).

Semoga jawaban sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca. Wallahualam.

sumber: islampos
Like Fanpage kami :

Friday, January 1, 2016

Post a Comment
close