Surat Edaran Ajakan Salat Berjamaah Bupati Batang Disambut Isak Tangis Anak Buahnya



Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo mengeluarkan surat edaran anjuran salat lima waktu berjamaah di masjid. Imbauan itu dituangkan dalam surat edaran (SE) nomor 800/SE/2045/2015 yang mengimbau melaksanakan salat lima waktu berjamaah di masjid mulai 28 Desember 2015.

‎Gerakan salat berjamaah pada awal waktu itu, yakni menghentikan seluruh kegiatan saat azan berkumandang untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid terdekat. Yoyok Riyo Sudibyo, mengaku akan meminta maaf kepada masyarakat yang pelayanannya sedikit terganggu ‎atas surat edaran tersebut.

Keluarnya SK imbauan salat berjamaah itu muncul saat Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo akan melaksanakan salat berjamaah di masjid namun terasa sepi karena keluarganya tak ada. Bupati Batang, mengaku tergugah untuk menerbitkan surat edaran salat berjamaah ‎setelah kesepian berada di rumah dinas sendiri.

Tak ada keluarga di sisinya pada siang itu, Yoyok menggambarkan kesepiannya hanya bisa menengok ke kanan dan kiri.‎ "Liburan kemarin, istri dan anak pergi. Saya sepi di rumah sendiri. Mau salat zuhur berjamaah tidak ada teman saya tengok kanan kiri," kata dia, di rumah dinas, Senin (4/1).
Kemudian, dia menghubungi Sekda Kabupaten Batang, Nasikhin, ‎untuk dibuatkan surat edaran yang mengimbau untuk salat berjamaah di masjid. Rencana itu ternyata juga disambut baik Sekda Batang, yang telah menunggu lama surat edaran semacam itu.

"Anak buah saya sampai menangis merespons surat edaran itu. Ternyata surat edaran itu sudah ditunggu," kata dia. "Jika ada masyarakat yang terganggu atas surat edaran itu, saya yang akan meminta maaf langsung," ujar Yoyok.

Kendati demikian, pihaknya menjelaskan dalam surat imbauan itu diberikan pengecualian bagi yang sedang berdinas khusus. ‎"Di surat edaran itu dijelaskan, dikecualikan bagi yang sedang berdinas khusus di rumah sakit dan Puskesmas," ujar dia.

‎Dia menjelaskan, menerima atau tidak surat edaran tersebut dikembalikan kepada masing-masing.
Namun, harapannya seawal mungkin untuk mengingatkan beribadah itu menjadi tugas sesama muslim.

"Semakin tinggi tanggungjawab seseorang, p‎asti mempunyai efek yang luas. Diterima atau tidak, silakan menanggapinya," kata dia.‎ Niat tulusnya mengimbau melalui surat edaran, tidak lepas dari harapannya untuk meningkatkan kinerja birokrasi. Nilai-nilai keagamaan yang tertempa melalui salat berjamaah itu, diharapkan dapat membuat kinerjanya ikut meningkat. 

sumber:jateng.tribunnews.com/
Like Fanpage kami :

Monday, January 4, 2016

Post a Comment
close