Belajar dari Kaum yang diazab Allah


Jika dalam al-Qur'an Allah SWT memberitahu kita bagaimana beberapa kaum sebelum kita yang diazab Allah SWT karena melakukan satu jenis perbuatan yang dibenci Allah, apakah kita saat ini merasa aman dari azab Allah SWT, sementara seluruh perbuatan kaum-kaum yang dilaknat Allah SWT dulu secara bersamaan telah muncul saat ini ???

Azab dari Allah SWT pada kaum-kaum terdahulu itu bukan semata karena perbuatan tercela mereka, tapi lebih terletak pada keengganan mereka mendengar seruan dari para utusan Allah, para nabi dan rasul yang datang pada mereka menyeru mereka untuk kembali taat hanya kepada Allah SWT dan meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela tersebut.

Perbuatan paling tercela dari manusia saat ini, yang merupakan pokok dari seluruh kemaksiatan kepada Allah SWT adalah dengan mengganti syariat yang datangnya dari Allah SWT, syariat Islam, dengan syariat/aturan buatan manusia kafir yang dikenal dengan nama Sekulerisme-Demokrasi-Kapitalisme-Nasionalisme.

Dan lihatlah, mereka para penganut syariat buatan manusia ini dengan pongahnya menolak untuk diterapkannya syariat yang berasal dari Allah SWT, dan memusuhi para penyeru untuk kembali pada syariat yang berasal dari Allah SWT, syariat Islam.
Padahal sudah jelas sekali bahwa syariat buatan manusia inilah sebagai pintu kembali munculnya seluruh kemaksiatan yang pernah dilakukan oleh kaum-kaum terdahulu yang dilaknat dan diazab Allah SWT.

Jika para penentang syariat Islam ini dari kalangan kafir, masih masuk akal karena mereka tidak punya keimanan di dada. Namun yang paling dahsyat celakanya, penentang penerapan syariat Islam ini justru datangnya dari kalangan muslim yang mengklaim diri beriman kepada Allah SWT. Ini sesuatu yang tidak terdapat pada kaum-kaum terdahulu yang dimurkai Allah. Ini fenomena baru yang pasti saja akan membuat semakin murkanya Allah SWT, karena ini adalah sikap dari kalangan munafik, golongan manusia yang dibenci Allah SWT.

Maka lengkaplah sudah manusia saat ini menantang azab Allah SWT dengan lebih ridha pada syariat yang berasal dari manusia kafir dan menentang syariat yang berasal dari Allah SWT, padahal dirinya mengaku beriman sepenuhnya kepada Allah SWT.

Surat Al-Baqarah Ayat 8-9 :
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

Mereka ini bisa saja memberikan berbagai alasan dan argumentasi kepada manusia kenapa mereka lebih ridha pada syariat yang berasal dari manusia kafir ketimbang syariat yang berasal dari Allah SWT. Mereka bisa saja menipu manusia. Tapi alangkah bodohnya jika mereka mengira bahwa mereka bisa menipu Allah SWT. Alangkah celakanya jika mereka mengira segala dalih mereka itu akan ada artinya bagi Allah SWT.

Memang masa kenabian sudah berakhir. Namun para penyeru sebagaimana para nabi masih tetap ada saat ini. Mereka ini tetap dengan sabar menyeru manusia untuk kembali pada syariat Islam, syariat ang berasal dari Allah, dan meninggalkan syariat kufur yang datangnya dari manusia kafir. Namun lihatlah betapa keras hati mereka mendengar seruan ini dikarenakan dalam dada mereka sudah ada penyakit.

Surat al-Baqarah ayat 10 : 
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Mereka ini seharusnya istighfar, sebelum semuanya terlambat bagimu. Tidak akan ada lagi arti kehidupanmu di dunia ini jika Allah SWT sudah mengunci mati diri mereka untuk kembali ke jalan yang di ridhai Allah SWT.

Surat al-Baqarah ayat 18 :
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
Tidakkah ada rasa takut jika Allah memasukkan kita pada golongan ini :

Surat al-Baqarah ayat 86 :
Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.
Karena jikapun ada maslahat yang didapat dari syariat kufur yang berasal dari kafir ini, itu hanyalah maslahat di kehidupan dunia. Syariat kufur ini tidak memberi maslahat apapun kelak di kehidupan akhirat. Yang akan didapat justru siksa, dan kafir yang telah menolong mereka di dunia tidak akan bisa menolong mereka kelak di akhirat.

Maka pertanyaannya, dengan iman di dada, mereka ini sebenarnya mau kemana ????

sumber: Facebook Ustadz Syarif Tahrir

Like Fanpage kami :

Saturday, February 6, 2016

Post a Comment
close