HTI : Yang Anti Pancasila itu Para Koruptor, Yang jelas Berbahaya itu yang Menyerahkan SDA Ke Asing !!



Sebelumnya Koran Tempo menulis judul artikel di situs tempo “Wali Kota Bogor Resmikan Kantor Organisasi Anti-Pancasila”

Lantaran di media sosial dan pesan berantai, beredar foto Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sedang berpidato dalam acara “Silaturahmi Tokoh dan Peresmian Kantor DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Bogor” pada Senin, 8 Februari 2016. Berita bahwa anggapan Hizbut Tahrir adalah organisasi anti Pancasila tersebut dibantah oleh juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto.

Juru Bicara Hizbut Tahrir (HTI) Indonesia, Ismail Yusanto, menegaskan organisasinya tidak anti Pancasila dan tidak menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Bagaimana mungkin HTI yang berjuang  menyelamatkan negeri ini kok dibilang mau merusak NKRI dan Pancasila,” katanya kepada Tempo, saat dihubungi, Jumat, 12 Februari 2016.

Ismail menuturkan, HTI selama ini berdakwah dan berjuang untuk melindungi Indonesia dari paham neo liberalisme dan neo imperialism. HTI selama ini khawatir karena kedua ideologi itu  mengancam Indonesia dari berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, hingga budaya.

Ismail mencontohkan, paham neo liberalisme politik Indonesia yang disebutnya melebihi negara demokrasi liberal lain. Akibatnya, korupsi pun marak. “Korupsi itu nyata di seluruh Indonesia, kesenjangan ekonomi meningkat, terbaru ada budaya  LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender),” ucapnya.

Sedangkan, ancaman neo imperialisme,  menurut Ismail, juga semakin terasa. “Ini penjajahan dari barat dengan model baru,” kata dia.

Maka, Ismail berujar HTI justru ingin berjuang menyelamatkan Indonesia dari hal-hal tersebut menggunakan cara pandang Islam. “Kenapa selalu kami yang dirongrong? Kenapa selalu Islam? Gimana dengan mereka orang-orang yang mengaku Pancasila tapi korupsi?” ujarnya.

Keberadaan HTI hampir lebih dari 20 tahun di Indonesia, menurut Ismail, juga tidak pernah menyebabkan masalah. “Coba cek mereka yang ngaku Pancasilais, daftar catatan mereka di polisi bagaimana?” katanya lagi. Ismail mengungkapkan tudingan terhadap HTI tersebut seperti sengaja digunakan untuk membungkam dakwah Islam dengan dalih membela Pancasila.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kembali membuat kontroversi dengan menghadiri peresmian kantor Hizbut Tahrir Kota Bogor pada Senin, 8 Februari 2016. Banyak yang mengecam kehadirannya, mengingat organisasi ini disebut hendak mendirikan Khilafah Islamiyah dan menolak Pancasila sebagai asas tunggal.

Bima menegaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut justru untuk menunjukkan  ketidaksetujuannya pada ideologi Hizbut Tahrir. “Dan itu saya sampaikan secara terbuka di hadapan orang banyak dalam acara itu,” ujarnya. (tempo/adj)

Komentar 

Seharusnya sebagai seorang muslim yang taat, seharusnya lebih mempermasalahkan, apakah sudah benar menjadikan Pancasila sebagai dasar negara? Toh selama ini jargon Pancasila hanya dimanfaatkan untuk kepentingan orang-orang ide Sekulerisme-Liberal. Padahal Pancasila lahir dari sejarah para ulama yang Islam. Tapi malah saat ini malah digunakan oleh penguasa negeri ini untuk memberedel para ulama dan umat Islam yang teguh pada agamanya. Sungguh ironi.
Like Fanpage kami :

Thursday, February 18, 2016

Post a Comment
close