LGBT: Kebebasan yang Kebablasan



Oleh : Citra Amalia (Guru)

Semakin dekat dengan telinga kita sayup-sayup hubungan sesama jenis yang sering kita sebut LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) yang kesemuanya mengarah pada penyimpangan seksual. Apabila dahulu mereka khawatir dalam menunjukkan jati diri mereka, maka hari ini lihatlah keluar jendela anda, komunitas mereka akan dengan mudah terlihat. Tengok saja kejadian yang baru-baru ini mencuat dan menimbulkan kontroversi yaitu pernikahan sesama jenis yang terjadi di Bali yang dirayakan tanpa alih-alih khawatir diketahui oleh publik. Meskipun polisi hingga wakil gubernur sedang memproses kejadian tersebut hingga saat ini opini ditulis (www.liputan6.com).

Mengapa ini bisa terjadi? Alasan pertama tentu saja karena dunia kita, khususnya Indonesia sudah semakin jauh dengan Al qur’an, pedoman kita. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al maidah ayat 44 yang memiliki arti: “Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (QS Al Maidah [5]:44). Padahal sudahlah sangat jelas disebutkan bahwa pernikahan sesama jenis adalah hal yang dilarang dan tidak sesuai fitrah manusia. “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” [Hud : 82-83]

Alasan kedua adalah kebebasan atas nama HAM yang membuat sesuatu yang menyimpang tetap mendapatkan tempat sehingga semakin menyebar dengan mudah. Hak asasi manusia (HAM) merupakan salah satu program yang berasal dari asing dan untuk kepentingan asing. Hak-hak yang terdapat pada HAM membuat kebebasan menjadi landasan utama. Islam bukan berarti tidak menjungjung hak manusia, namun islam menjelaskan dengan jelas batasan hak manusia sehingga pada prakteknya tidak akan berbenturan satu sama lain, dan tidak menjadikan manusia hidup bebas tanpa aturan, dan tetap dilindungi oleh haknya sebagai manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah “Sesungguhnya darahmu, hartamu dan kehormatanmu haram atas kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selama hak asasi manusia tetap menjadi sebuah hal yang dijunjung tinggi keberadaannya disebuah institusi negara. Maka kasus seperti ini akan terus bermunculan dan tidak ada habisnya. Semua akan berlindung dibalik selimut HAM. Sehingga yang harus kita lakukan tentunya meluruskan kembali pandangan umat mengenai hak dan kebebasan yang ada pada manusia.

Kemudian, apakah yang sebenarnya harus kita lakukan kepada para pelaku LGBT? Hal pertama yang jelas harus kita lakukan adalah mendekati dan merangkulnya. Mereka adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, mereka perlu kita edukasi dan luruskan bahwa jalan yang selama ini mereka tempuh adalah jalan yang salah. LGBT bukan merupakan keturunan yang dapat berarti itu adalah sesuatu yang dapat dihilangkan. Janganlah menyerah untuk terus menyampaikan satu demi satu ayat Allah untuk menjadikan bumi Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam dan umat manusia, tanpa terkecuali. Rahmatan lil alamiin. Aamiin.
Like Fanpage kami :

Thursday, February 18, 2016

Post a Comment
close