Luar Biasa, Kecanggihan Dunia Kedokteran, Saat Ini Kanker Dapat dideteksi Melalui Air Liur



WASHINGTON -- Peneliti tengah mengembangkan cara untuk mendeteksi potensi kanker yang ada di dalam tubuh melalui cairan tubuh, terutama melalui air liur. Bahkan, hasil test kanker ini dapat diketahui hanya dalam waktu 10 menit.

Penelitian ini dilakukan oleh David Wong, Profesor Oncology dari Universitas California. Menurutnya, satu tetes air liur saja sebenarnya menyimpan data yang cukup untuk mengetahui apakah orang tersebut memiliki potensi menderita kanker ataupun tumor.

Pendekatan tes kanker melaui cairan yang ada di dalam tubuh ini dikenal juga dengan liquid biopsy. Sebelumnya, dokter biasanya baru bisa mendeteksi kanker melalui tes darah ataupun riwayat penyakit kanker di dalam keluarga pasien. Namun, saat ini, test kanker tersebut bisa dilakukan melalui air liur.

Menurut Wong, lewat air liur tersebut bisa diketahui DNA dari tumor atau sel kanker yang ada di dalam tubuh.  Hal ini lantaran dalam penelitian yang dilakukan Wong, air liur ternyata mengandung molekul RNA, yang berasal dari sel kanker.

''Jika ada tanda-tanda dari tumor ataupun kanker di dalam darah ataupun air liur seseorang, maka tes ini akan mengetehauinya,'' ujar Wong, seperti dikutip The Telegraph, Ahad (14/2).

Test ini nantinya diharapkan bisa membantu seseorang dalam mengetahui adanya sel kanker di dalam tubuhnya sedini mungkin.

Bahkan, sebelum sel kanker itu berkembang lebih jauh. Wong pun mengklaim, tes air liur ini bisa dilakukan dalam waktu yang singkat dan bisa dilakukan di mana saja. Tidak hanya itu, Wong mengklaim, akurasi dari tes ini mencapai 100 persen.

''Keuntungan dari teknologi ini adalah tidak invansif. Jika Anda memiliki tes awal yang kredibel, maka hal ini bisa dilakukan di dokter gigi atau di apoteker Anda. Inilah kunci dari deteksi dini penyakit kanker,'' ujar Wong.

Pada saat ini, dokter memang belum dapat mendeteksi kanker secara dini. Cara yang ditempur dokter dalam mendeteksi kanker adalah melalui pemeriksaan darah. Namun, metode ini hanya bisa melihat seberapa besar penyebaran kanker yang sudah terjadi.

Penyelidikan lanjutan soal tes ini memang baru akan dilakukan pada pertengahan tahun ini, terutama terhadap para penderita kanker paru-paru. Tidak hanya itu, tes ini juga masih harus mendapatkan penilaian dari FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat, sebelum bisa diterapkan secara luas.

sumber: republika

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Sunday, February 14, 2016

Post a Comment
close