Masih Berani Praktik LGBT di Kampus ini? Siap-siap di DO



Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Masrurah Mokhtar menegaskan bahwa tidak akan mentolerir praktik LGBT dikampusnya, jika ada mahasiswa UMI terbukti LGBT maka kami akan kenakan sanksi Drop Out (DO).

“Jelas di dalam Alquran bahwa penyuka sesama jenis hukumnya haram. Sementara UMI adalah kampus Islam, pasti kita akan ikuti aturan yang ada di dalam Alquran,” ujar Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar sebagaimana rakyatku.com, Sabtu (27/2/16).

Sebelum DO, mahasiswa LGBT akan diberi kesempatan untuk berubah dan pihak kampus akan membimbingnya agar sembuh dari penyakit LGBT. Namun, lanjut jika setelah mendapat pencerahan, mahasiswa tersebut tidak bisa berubah. Maka, menurut dia sanksi paling tegas adalah dikembalikan kepada orang tuanya alias DO.

“Upaya pembinaan harus ada terlebih dahulu, kalau sudah tidakk bisa, terpaksa kami ambil sanksi tegas berupa DO,” kata dia menandaskan. [islamedia]
Like Fanpage kami :

Saturday, February 27, 2016

Post a Comment
close