Menlu Ukraina: Perang Rusia di Suriah Hanya untuk Mengalihkan Perhatian Dunia dari Ukraina



Kiev – Menteri Luar Negeri Ukraina, Pavlo Klimkin menyatakan bahwa kampanye pemboman di Suriah merupakan upaya Rusia untuk mengalihkan perhatian internasional atas tindakannya di Ukraina.

Klimkin mengatakan pada Kamis (11/02), pemerintahan Putin kini telah mengalihkan perhatian dari apa yang telah terjadi di Donbass.

“Bagi Putin ini penting pada waktu itu, untuk mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi di Donbass. Dalam arti mengalihkan perhatian internasional dari Donbass,” jelasnya di London Chathan House.

Dia juga menuturkan bahwa negara akan berkomitmen untuk tetap melanjutkan pembicaraan Minsk. Menurutnya, pembicaraan Minsk merupakan satu-satunya cara untuk membuat perdamaian.

“Ukraina berkomitmen penuh untuk Minsk karena kami percaya itu sebagai kemajuan, itu satu-satunya cara untuk perdamaian, itu satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali hukum dan ketertiban bagi semua orang yang sekarang menderita di Donbass untuk mendapatkan kembali kehidupan normal mereka,” katanya.

Akan tetapi, menurutnya pemerintah Rusia telah menggunakan wilayah Donbass untuk mengguncang kembali Ukraina.

“Mereka membutuhkan Donbass untuk destabilisasi, dan melalui Donbass mendestabilisasi Ukraina. Bagi mereka itu adalah semacam tantangan intrinsik,” ujarnya.

Klimkin juga beranggapan bahwa Vladimir Putin khawatir jika Ukraina bersatu, karena dapat membahayakan eksistensi Rusia.

“Sebuah tantangan intrinsik jika Ukraina bisa bersatu, negara demokrasi dan Eropa. Itu semacam skenario yang mengerikan bagi Putin jika negara Slavia turun jalan ke Uni Eropa, menciptakan lembaga-lembaga demokrasi,” tambahnya.

Dalam pembicaraannya di London Chatham House ini, Klimkin juga menandai perjanjian gencatan senjata yang dikenal sebagai perjanjian Minsk II yang telah berjalan hampir setahun yang disepakati Ukraina dan Rusia

sumber: kiblat.net

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Thursday, February 11, 2016

Post a Comment
close