Premium Harusnya Rp3.800/Liter, Pemerintah Dinilai Melakukan Manifulasi Harga



Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menyetujui pengakuan Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) IGN Wiratmaja yang menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah saat ini bukan harga keekonomian.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin mengatakan dengan harga minyak dunia yang cendrung stabil di kisaran harga USD28-30 per barel, semestinya harga bensin jenis Premium Ron 88 menjadi Rp3.800 per liter dan Solar 48 menjadi Rp3.650 per liter.

"Artinya ada manipulasi harga yang selama ini dilakukan pemerintah. Tidak hanya itu, dengan harga internasional saat ini, kualitas BBM yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai," paparnya saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Dirinya menambahkan, jika melihat harga di bursa minyak Singapura, jenis bensin dengan Ron 95 hanya Rp5.000-5.500 per liter dan Solar 51 dengan sulrfur max 50 ppm hanya Rp4.500-5.000 per liter.

"Jika mengacu pada harga tersebut dimana kualitas BBM diatas kualitas BBM kita, maka seharusnya harga Premium Ron 88 menjadi Rp3.800 per liter dan Solar 48 menjadi Rp3.650 per liter," tuturnya.

Menurutnya, harga Premium Ron 88 menjadi Rp3.800 per liter dan Solar 48 menjadi Rp3.650 per liter, sudah termasuk keuntungan Pertamina, pengapalan, dan pajak.

Sementara itu, Dirjen Migas IGN Wiratmaja mengatakan jika mengacu pada pergerakan harga minya di pasa, harga BBM saat ini harusnya menyentuh level Rp4.000 per liter.

"Periodenya bukan hari per hari, harganya juga ditetapkan pemerintah bukan pasar, kalau dihitung per hari ini memang jauh lebih murah dari harga jual, hari ini sudah dibawah Rp4.000 per liter sejak akhir Desember 2015," ujarnya. [okezone]
Like Fanpage kami :

Wednesday, February 24, 2016

Post a Comment
close