PT Gudang Garam Laporkan Ke Polisi Terkait Postingan HOAX yang Mencatut Namanya.



KEDIRI - Tiga hari terakhir, muncul postingan di media sosial (facebook) tentang percakapan yang mengatasnamakan Owner PT Gudang Garam Susilo Wonowidjoyo dengan seorang pegawai.

Di postingan itu seorang pegawai mempertanyakan alasan owner tidak merokok. Jawabannya sangat mengejutkan. Owner menjawab " Rokok itu dibikin hanya untuk orang-orang yang nggak bisa baca saja".

Postingan kontroversial ini menjadi polemik di media sosial karena jawaban sang owner sangat tidak masuk akal. Apalagi mengatasnamakan perusahaan rokok besar di Indonesia seperti dilansir tribunnews.com.

PT Gudang Garam Tbk yang namanya dicatut di postingan ini pun tidak tinggal diam. 

Slamet Budiono, Wakil Direktur Bidang SDM PT GG Tbk memastikan telah melaporkan kasus itu ke polisi.

"Kami sangat sayangkan. Saat ini kami sedang proses di kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum," tandas Slamet Budiono, usai penanaman bibit pohon bambu di Lereng Gunung Wilis, Sabtu (13/2/2016).

Slamet memastikan berita yang menyebar di sosial media tersebut tidak benar alias hoax. Malahan berita tersebut mengarah pada pelecehan ke masyarakat. 

"Tidak mungkin Gudang Garam membedakan masyarakat yang melek huruf dan buta huruf. Kalimat itu sangat menyakitkan bagi kami," tambahnya. Diungkapkan Slamet, boleh saja ada persaingan bisnis, tapi jangan dilakukan sekejam dan senista itu.

"Masalahnya sudah kami laporkan ke Polres Kediri Kota sesuai tempat domisili perusahaan kami," jelasnya.

Malahan Slamet mengungkapkan, dalam perkembangannya pengusutan kasus itu telah teridentifikasi. "Kami melaporkan ke Satreskrim dan pelakunya telah teridentifikasi," tambahnya.

Slamet berharap budaya berita hoax itu dapat dihapus dan dihilangkan. "Saat ini kasusnya sudah ditangani polisi. Diduga ada aktor intelektualnya," tambahnya.

Slamet juga memastikan foto di postingan itu bukanlan wajah owner PT Gudang Garam Tbk. 

sumber: tolongshare.beritaislamterbaru.org
Like Fanpage kami :

Saturday, February 13, 2016

Post a Comment
close