Ternyata 90% Warga Jakarta Jabar Tolak Kereta Cepat China



Indonesian Development Monitoring (IDM) menyatakan, saat publik ditanya mengenai kehandalan, keselamatan, dan mutu teknologi kereta cepat Jakarta-Bandung dari China, sebanyak 89,4 persen meragukannya.

“Dengan alasan membandingkan bahwa banyak produk-produk dari China seperti alat elektronik dan motor yang bermutu rendah,” kata Direktur Eksekutive IDM, Widodo Tri Sektianto, dalam keterangannya, Minggu (14/2).

Sementara itu hanya 4,7 persen responden yang percaya dengan teknologi kereta cepat dari China, selebihnya responden yang disurvei tidak berpendapat.

Widodo mengungkapkan dari temuan survei juga didapati bahwa 90.3 persen responden yang mewakili 28,7 juta masyarakat di DKI Jakarta dan delapan kabupaten/kota di Jawa Barat yang dilintasi kereta cepat menyatakan tidak setuju dibangun moda transportasi kereta cepat.

Responden beralasan pembangunan kereta cepat akan menambah beban utang dan merugikan negara.

Dari temuan survei, masyarakat berpendapat nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar 77 triliun rupiah sangat mahal. Widodo mengungkapkan responden yang menyatakan hal demikian ada 86,7 persen.

“Jawaban responden didasarkan pada pengetahuan responden terkait kereta cepat dari pemberitaan media massa,” tukasnya.

Survei dilakukan dengan mengambil sample dari populasi jumlah penduduk di Jakarta dan delapan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Bandung, dan Kabupaten Bandung.

Survei yang dilakukan 28 Januari-10 Februari 2016 ini mengunakan metodelogi multi stage random sampling dengan jumlah sample 1816 responden. Tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +/- 2.3%.

sumber: eramuslim
Like Fanpage kami :

Sunday, February 14, 2016

Post a Comment
close