Ukhti, Jangan Jadi Akhwat Alay di Facebook


Oleh: Siti Rokhanah

DUNIA Muslimah tak jauh seperti perempuan lainnya. Bersahabat, bercengkrama, baik lewat nyata maupun maya. Jika lewat maya disebut Socmed singkatan dari social media.

Sebuah interaksi sosial lewat digital atau online. Bicara tentang socmed pasti banyak yang sudah tak asing dengan ini; facebook.

Dari yang menggunakannya memang untuk menjangkau mereka yang mulai berjauhan. Tapi ada pula yang hanya untuk sekedar suka-suka. Iseng saja. Upload foto alay, Numpang promo bio pacarnya, atau sekedar update status “gue lapar, nih.”

Untuk hal ini sangat rentan Muslimah menjelajahinya. Cengkraman fitnah sudah siap mengintai. Mungkin bagi diri sendiri tak masalah. Jika update status “gue laper, nih.” “galau nih, baru putus.” atau “maklum jomblo, hp sepi.”

Ada pula yang bagi saya ini tak perlu. Sangat tak perlu seperti di atas.

“Aku cuma wanita biasa, tak cantik, tak seksi, bukan seperti wanita lainnya yang pandai make up dan terlihat gaul sana sini. Aku mah apah atuh, Aku bisa apa..”

Hai? Ada orangkah di sana? Masih punya pikiran bukan? Itu tanda! Tanda, dear. Bahwa kamu istimewa. Kamu dianugerahi Allaah pikiran yang bisa kamu gunakan untuk memikirkan tentang nikmat-Nya. Tentang makna syukur, tentang hal-hal lain di alam semesta ini yang jauh lebih bermanfaat untuk difikirkan.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran/3:190-191].

Yuk, sama-sama rehab diri. Ubah pelan-pelan hal sepele yang dianggap kecil. Tapi itu justru bisa sangat mempengaruhimu.

Memangnya yang baca di socmed cuma kamu? Kalau status-statusmu masih sejenis di atas, gak maksud nyindir, ya. Koreksi diri aja. Semoga lebih baik di hari esok dan selamanya. Karena menulis adalah menasehati diri.

Semoga bermanfaat

sumber: islampos
Like Fanpage kami :

Wednesday, February 3, 2016

Post a Comment
close