Akibat Negara Amburadul "Dulu Petani Karet Bisa Naik Haji, Sekarang ke Pasar Saja Nggak Bisa"



Petani karet di Sumatera hidup berkecukupan, bahkan bisa menunaikan ibadah haji, saat harga karet masih tinggi pada 2012 lalu. Saat itu, harga karet di tingkat petani bisa mencapai Rp 25.000/kg

Tetapi kini harga karet anjlok sampai Rp 3.000/kg. Kehidupan petani karet pun sangat terdampak.

"Harga karet tahun 2012 sampai Rp 25.000/kg, itu petani bisa sampai naik haji. Sekarang ke pasar saja nggak bisa," ujar Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkrindo), Lukman Zakaria, kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

Sekarang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja, petani karet sudah kesulitan. Harga beras terus naik, sementara harga karet sebaliknya merosot. 

"Sekarang kita jual 1 kg karet cuma bisa beli 1/4 kg beras. Harga karet Rp 3.000/kg di petani, harga beras Rp 12.000/kg," ucap Lukman.

Agar hal ini tidak terus berlanjut, Lukman meminta pemerintah segera turun tangan mengangkat kembali harga karet di tingkat petani. Caranya dengan mendorong industri pengolahan karet di dalam negeri.

Saat ini, sebagian besar karet diekspor dalam bentuk mentah. Menurut Lukman, akan lebih baik jika karet diolah dulu di dalam negeri baru diekspor, harganya akan lebih tinggi dan lebih stabil di pasaran dunia. 

"Industri pengolahan karet di dalam negeri harus ditingkatkan, kayak di Thailand. Ini yang harus dikelola pemerintah," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 3 hari ke Sumatera pekan ini bertemu dengan para petani karet. Banyak keluhan yang disampaikan langsung pada Jokowi karena jatuhnya harga karet sangat merugikan petani.

Hal itu kemudian segera ditindaklanjuti. Sesampainya di Jakarta, Jokowi langsung memerintahkan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mencari solusi atas persoalan tersebut.

Jokowi meminta agar segera dirancang program yang mampu membantu petani karet meningkatkan pendapatannya sehingga perekonomian di daerah-daerah tersebut juga tumbuh lebih baik. [detik]
Like Fanpage kami :

Sunday, March 6, 2016

Post a Comment
close