AMALAN TERBAIK



-الذي خلق الموت و الحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا -

"Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapa yang paling baik amalnya" (AL-Mulk : 2)

Tidaklah hidup ini hanyalah sementara. Diantara kehidupan dan kematian, ada space waktu yang digunakan untuk melakukan 'amal (perbuatan). Dan 'amal inilah yang menjadi tujuan hidup yang secara tidak langsung juga menjadi ujian. Ujian dalam hal ini, apakah 'amal (perbuatan) yang telah diperbuat sudah menjadi amalan terbaik untuk Allah SWT kelak ?

Bicara amalan terbaik (ahsanu 'amalan) ialah perbuatan yang kurang lebih harus memenuhi dua hal. Sebagaimana Abu 'Ali Al-Fudhail bin 'Iyaadh ditanya tentang ahsanu 'amalan kemudian menjawab yakni أحسن العمل أخلصه وأصوبه “, amal terbaik adalah amal yang penuh keikhlasan dan betul amalnya.

Kemudian, ditanya lagi

ما أخلصه وما أصوبه ؟

Dan beliau menjawab :

ان الله لا يقبل العمل ما لم يكن خالصا صوابا ، فاذا كان صوابا ولم يكن خالصا لم يقبل ، واذا كان خالصا ولم يكن صوابا لم يقبل ، واخلاصه أن يكون لله وصوابه أن يكون على السنة

"Sesungguhnya Allah SWT tidak menerima perbuatan yang tidak ada keikhlasan dan benar. Maka apabila perbuatan itu benar, dan tidak ikhlas, tidak diterima. Dan apabila perbuatan itu ikhlas dan tidak benar, tidak diterima. Dan keikhlasan perbuatannya dilakukan semata-mata untuk Allah SWT dan benar perbuatannya semata-mata atas sunnah Rasulullah SAW".

Maka, dua hal yang dimaksud di atas adalah 'amal atas dasar ikhlas dan benar. Ikhlas di sini adalah al-qashdu lillahi wahdahu (tujuan untuk Allah SWT semata). Sehingga tidak ada tujuan lain selain 'amal hanya diperuntukkan untuk-Nya ('amalul qalb harus diatur).

Berikutnya, benar di sini adalah muwafiq bi hukmi syar'i. Sejalan dengan hukum syara'. Karena itu, 'amal yang dilakukan harus sesuai dengan ketentuan Allah SWT (Al-Qur'an) dan Rasulullah SAW (As-Sunnah). Dan bukan hanya 'amal kepada pencipta saja, sebagaimana shalat, namun juga 'amal yang dilakukan kepada manusia yang lain, sebagaimana berbisnis dan bergaul.

Dari kriteria ahsanu 'amalan di atas, maka menjadi 'harga mati' bila keinginan bulat bagi seorang muslim untuk menerapkan syari'at Islam dalam kehidupan. Karena dengan syari'at-Nyalah, kriteria 'amal tadi bisa menjadi ahsan, dan itulah sebetulnya tujuan dari hidup manusia untuk melakukan ahsanu 'amalan di dunia.

Sehingga menjadi 'harga mati' pula, bila ikhtiar untuk men-jaya-kan kembali Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam, menjadi ikhtiar untuk mewujudkan kehidupan Islam yang dengannya syari'at Islam menjadi hukumnya untuk 'mengawal' AMALAN TERBAIK.
Wallahu a'lam
[Muhammad Alauddin Azzam]
Like Fanpage kami :

Wednesday, March 30, 2016

Post a Comment
close