Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Siap Advokasi Kasus Kematian Siyono


www.dakwahmedia.net - Mejawab permintaan advokasi dari istri Almarhum Siyono, Busyro Muqoddas, Mantan ketua KPK Tahun 2010 ini berkomitmen bahwa Muhammadiyah akan menanggapi secara optimal.

“Kami akan memproses advokasi ini sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.” Kata Busyro di Kantor Pusat Muhammadiyah Selasa, (29/03).

Selain menyampaikan empati atas musibah yang menimpa Siyono, Busyro Muqoddas juga mengapresiasi langkah Suratmi mengupayakan keadilan dalam perkara yang menimpa suaminya.

“Beliau datang ke sini itu menunjukkan bukti bahwa sebagai manusia yang memiliki hati nurani dan akal sehat, akal waras, berani dating kemari,” ungkapnya.

Busyro juga menambahkan pernyataan bahwa rakyat kecil dengan kondisi ekonomi sesulit apapun, ketika suaminya diambil, tidak kemudian selesai begitu saja perkara hanya dengan uang.

“Kita tau dari beliau tadi, justru uang itu meresahkan. Kalau bu Suratmi itu mau, uang sebanyak itu bisa digunakan. Harga diri itu yang kami apresiasi,” tambahnya.

Tak luput dalam pertemuan itu Busyro Muqoddas juga memberikan masukan kepada Polri. Menurutnya, komitmen Densus 88 dalam menghormati supremasi hukum berada dalam titik nadir. Dimana hal itu ancaman bagi keamanan Negara.

Untuk Presiden Jokowi, Busyro juga memberikan masukan supaya pemerintah segera melakukan langkah cepat seperti ketika melakukan langkah-langkah di sektor ekonomi.

“Mengapa kalau dalam sektor-sektor ekonomi, langkah langkah yang diambil begitu cepat,” kata dia.

“Menjadi perhatian juga bagi presiden untuk lebih cermat dalam proses mengganti Kapolri ke depan,” imbuhnya.

Mengenai proses advokasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, Busyro sejalan dengan pernyataan kuasa hukum keluarga dimana akan melakukan autopsi jasad Siyono. Mengingat hal itu juga sudah diijinkan Kapolri. {DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Tuesday, March 29, 2016

Post a Comment
close