Ini Surat Terbuka untuk Gubernur, menolak Festival Syirik Gerhana Matahari





Surat Terbuka untuk Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang

“TOLAK FESTIVAL KEMUSYRIKAN, SELAMATKAN AQIDAH UMAT DAN GENERASI”

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Segala puji hanyalah milik Allah Swt Rabbul Izzati Sang Pemilik dan Sang Pengatur jagad raya. Tiada keagungan dan kemuliaan selain milik Allah Swt. Shalawat dan salam kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad saw sebagai contoh tauladan terbaik di dunia ini. Semoga kita menjadi orang yang senantiasa mampu menapaki sunnah Rasul saw.

Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada bapak, kami tuliskan surat ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap penjagaan dan penyelamatan aqidah bangsa ini terutama masyarakat Sumsel sekaligus sebagai bentuk amar ma’ruf nahyi munkar kami kepada penguasa menuju kehidupan yang lebih baik.

Kami, Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Sumatera Selatan mewakili masyarakat di Sumatera Selatan dan terkhusus di Kota Palembang menyampaikan pendapat tentang rencana pemerintah Sumatera Selatan terkait Gerhana Matahari Total (GMT) yang jatuh pada tanggal 9 Maret 2016. Berdasarkan Agenda Festival GMT 2016 yang bersumber dari Disbudpar Sumsel, kami sampaikan bahwa :

1. Festival Ogoh-ogoh, Tari Pendet, Tari Kecak, Ruwatan Bumi Sriwijaya, Sambut Tuah Sungai, dan menyiapkan Pawang Hujan di tanggal 9 Maret 2016 bukan budaya asli Sumatera Selatan terkhusus Palembang yang akar asli budayanya adalah Islam. Festival ini mengandung kemusyrikan dan menyebarluaskan kemusyrikan tersebut kepada generasi yang mayoritasnya muslim. Mengingat festival ini diselenggarkan secara terbuka di pusat kota.

2. Pemerintah dalam mensikapi fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 terlalu berlebihan dan menghamburkan dana yang cukup besar. Mengingat festival GMT 2016 diselenggarakan selama 2 hari berturut-turut dengan agenda yang hanya bersifat hiburan.

3. Penutupan Jembatan Ampera selama 12 jam dengan alasan untuk menyambut wisatawan dan untuk menyediakan tempat bagi hotel-hotel untuk menyiapkan sarapan pagi bagi wisatawan merupakan bentuk ketidakadilan pemerintah kepada rakyatnya. Ini bukti bahwa pemerintah rela mengorbankan rakyat banyak demi segelintir orang (capital). Mengingat saat ini Jempatan Ampera adalah urat nadi transportasi masyarakat Kota Palembang.

Berdasarkan hal diatas, kami Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Sumatera Selatan menyampaikan tuntutan :

1. Batalkan Festival Gerhana Matahari Total 2016 yang mengandung kemusyrikan dan menghamburan dana. Pemerintah berkewajiban menjaga dan melindungi Aqidah (keimanan) rakyatnya khususnya generasi dari unsur-unsur yang merusak aqidah. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: “Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya”. (HR Muslim)
2. Batalkan rencana penutupan Jembatan Ampera selama 12 jam. Karena ini merupakan bentuk kezaliman penguasa kepada rakyatnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga” [HR Bukhari dan Muslim].

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan turunnya kesusahan bagi para pemimpin zalim penindas rakyat.

“Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia” [HR Muslim].

3. Sebagai wujud tanggung jawab pemerintah bagi terbentuknya generasi berkualitas, fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) seharusnya dijadikan moment untuk mendorong dan memotivasi rakyat agar merenung, muhasabah dan meningkatkan ketaqwaannya kepada sang Pencipta Alam semesta yakni ALLAH SWT dengan menciptakan suasana ketaqwaan yang tinggi serta memfasilitasi masyarakat agar Shalat Sunnah Kusuf (gerhana matahari), memperbanyak beribadah, berdo’a dan berzikir. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW.

4. Menerapkan sistem pemerintahan berdasarkan Syariah Islam yakni Sistem Khilafah. Dengan itu bangsa ini akan menjadi bangsa besar yang bermartabat dan memimpin peradaban dgn penuh ketaqwaan kepada Allah SWT & Rasul-Nya.

Demikianlah surat ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap aqidah masyarakat di Sumsel khususnya di Kota Palembang.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Palembang, 7 Maret 2016,
Dewan Pimpinan Daerah
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan


Ketua
Mahmud Jamhur

Sekretaris
Yusmono Khoiri

CP :
SMS/WA : 081958405188,
bbm : 54a59cc1


Like Fanpage kami :

Monday, March 7, 2016

Post a Comment
close