Jika Densus 88 adalah Syiah



Bagi sebuah analisa yang tidak bercanda kiranya memposisikan Densus 88 sebagai Syiah di tengah umat yang latah ini menjadi penting. Bagaimana tidak, hal ini akan berpengaruh besar menjadikannya common enemy untuk dilawan seluruh kaum muslimin.

Di luar pembahasan terminologi Sunni-Syiah yang panjang, ada satu segmen yang seharusnya menjadi pelajaran. Umat Isam dewasa ini lebih bergairah untuk melawan jika para ulama berdalil dan ikut bersura. Namun ancaman sebenarnya inilah yang seharusnya juga difahami benar. Sehingga suara umat menjadi satu dan efisien dalam menghalau ancaman yang sebenarnya.

Dengan melihat lebih jauh beragam kasus penangkapan yang dilakukan Densus terhadap kaum muslimin yang tidak bersalah, tentu sudah seharusnya kita lawan. Lawan!

Jika Syiah biasa identik dengan taqiyyah, bagi densus tentu taqiyyah yang diadopsi lebih canggih. Ia bisa menyelinap dalam shaf sholat, lekas sehabisnya menangkap dan menyiksa. Jika dalam Syiah biasa ada ritual mencela sahabat nabi, bagi densus 88 jangankan sahabat nabi, Riyadhusshalihin dan Alqur'an saja dijadikan barang bukti. Begitupun jika dalam faham Syiah biasa, ada ritual Karbala untuk menyiksa diri, bagi densus, Karbala itu wajib dan harus ditimpakan pada kaum muslimin yang berjuang untuk terterapnya Syariat. Soal nikah mut'ah? bagi densus membunuh seorang suami untuk menjadikan istrinya janda menjadi keutamaan yang melampaui kredibilitas mut'ah.

Semua ini, kalau saja kita tahu duduk permasalahan, tentu latahnya kita yang tempo hari mendengungkan Syiah bukan Islam, bla... bla.. bla... seharusnya telah juga meletakan sikap bara' pada Densus yang biadab ini dengan sikap tegas. Dan begitulah aliran baru Syiah Amrikiyah mengancam umat. Sebuah aliran haus darah yang difasilitasi dan disemangati. Sebuah aliran yang di dalamnya mengalir kucuran dana besar untuk jadi mesin pembunuh kaum muslim.

Maka mari tuntut dan bubarkan! Tidak ada waktu lagi kawan!

Sebuah Dagelan dari : Aab El Karimi Penulis Buku Gerakan Menolak Sembrono!


Like Fanpage kami :

Thursday, March 17, 2016

Post a Comment
close