Jokowi Tak Berani Benar-benar boikot Israel, Jubir Jokowi: “Yang Diboikot Bukan Produk Tapi Kebijakannya”



Presiden Joko Widodo menyatakan negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sepakat melarang masuknya produk Israel ke negara masing-masing.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi meluruskan pernyataan Jokowi ihwal boikot produk Israel tersebut. Johan menjelaskan boikot produk yang dimaksud bukanlah boikot produk yang berbentuk barang. Melainkan, produk yang dimaksud merupakan produk yang diartikan berupa kebijakan.

“Sebenarnya gini, yang dimaksud produk itu bukan produk barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikot kan? Sebenarnya bukan. Boikot dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan Israel di tanah pendudukan di Palestina,” kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/3).

“Itu bisa bermacam-macam, misalnya larangan apa gitu kan, itu yang harus diboikot. Jadi sekarang melebar ke mana-mana seolah-olah boikot produk bukan bukan itu yang dimaksud oleh presiden,” tambahnya.

Johan kembali menegaskan pernyataan pemboikotan terhadap kebijakan Israel tersebut merupakan salah satu kesepakatan dalam KTT OKI yang digelar di JCC Senayan, Jakarta pada 5-6 Maret lalu.
“Maksudnya itu adalah boikot tanah pendudukan d Palestina itu. Itu kan kesepakatan bersama itu yang di KTT OKI, kemarin itukan juga deklarasi ada beberapa hal, salah satunya, OKI itu harus berperan aktif salah satunya keberadaan OKI harus punya kontribusi terhadap Palestina,” tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan boikot produk Israel tersebut sebagai bentuk komitmen dalam menolak keras tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

“Dunia Islam mendorong masyarakat internasional untuk melarang masuknya produk Israel dan seluruh negara menyatakan kembali komitmen untuk melindungi Al-quds Al-sharif, antara lain dengan bantuan finansial untuk Al-quds Al-sharif,” kata Presiden Jokowi dalam Konferensi Pers di Ruang Cendrawasih di JCC, Jakarta, Senin (7/3).

Dalam puncak pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI, pemimpin dunia Islam telah menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi kongkrit bagi Palestina. Negara-negara OKI mengutuk tindakan Israel.

“Kami menyerukan pengakhiran penjajahan Israel dan pembentukan negara Palestina atas dasar two state solution. Para pemimpin juga memberikan dukungan bagi dilaksanakan konferensi perdamaian international,” sambung Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan negara-negara OKI juga mendukung rekonsiliasi Palestina, kesepakatan-kesepakatan itu tercakup dalam dua dokumen yaitu Deklarasi Jakarta yang memuat langkah konkret pemimpin dunia Islam untuk Palestina dan dokumen Resolusi yang berisi komitmen OKI untuk mendukung Palestina dan Al-quds Al-sharif. [eramuslim]
Like Fanpage kami :

Tuesday, March 8, 2016

Post a Comment
close