Mentri Agamapun Khawatir dengan Istilah Deradikalisasi



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terganggu dengan adanya istilah deradikalisasi. Dia juga khawatir dengan adanya istilah itu, maka muncul pemahaman seakan-akan tidak perlu mendalam dalam beragama.

“Saya sedikit terganggu dengan istilah deradikalisasi,” kata Lukman Hakim Saifuddin dalam diskusi di arena Islamic Book Fair Jakarta, Kamis (03/03).

Dia menerangkan bahwa sesuai dengan asal katanya, radikal berarti mengakar. Dalam konteks agama, seharusnya umat beragama harus mengakar. Keyakinan hendaknya menghujam pada setiap orang.

Radikal yang artinya mengakar dalam beragama bukan menjadi persoalan. Menurut Lukman, yang harus dicegah adalah pemaksaan kehendak terhadap orang yang berbeda pandangan. Hal itulah yang menurutnya akan memicu terjadinya kekerasan.

“Jadi yang harus kita tolak bukan radikalnya, bukan mengakarnya dalam berkeyakinan. Itu justru malah dianjurkan, beragama ya harus dengan penuh keyakinan,” terangnya.

Karenanya, istilah deradikalisasi juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Menteri Agama. Adanya istilah itu dikhawatirkannya akan terjadi deagamaisasi.

“Jadi deradikalisasi itu saya kuatir beragama itu tidak usah terlalu mendalam lah, agama itu kulit-kulit luarnya saja. Ini yang saya kuatirkan,” pungkasnya. [kiblat]
Like Fanpage kami :

Sunday, March 6, 2016

Post a Comment
close