Penggerebekan Densus di Rumah Siyono Sisakan Trauma Bagi Murid TK

Musa digendong ayahnya. Dia menangis setiap hendak masuk sekolah. Padahal, kejadian penggerebekan sekolahnya sudah dua pekan lalu.


Meski sudah dua pekan berlalu penggrebekan Densus 88 di kediaman Siyono masih menyisakan trauma mendalam bagi siswa-siswi Raudhatul Athfal (TK) Amanah Ummah, yang dikelola istri almarhum Siyono. Mereka yang sebelumnya riang, kini menangis histeris ketika masuk sekolah.

Salah satunya dialami siswa bernama Musa. Bocah tersebut tiba-tiba menangis sekencang-kencangnya ketika tiba di sekolah.

“Ini trauma ini, karena ada polisi yang bawa senjata,” kata ayah Musa, Agus, kepada wartawan pada Kamis (31/03) sambil menggendong anaknya.

Agus juga mengungkapkan, sejak penggrebekan densus putranya kerap menangis ketika ingin berangkat ke sekolah. “Semenjak kejadian seperti ini. Saya nggak terima ini,” kata Agus.

Tidak cukup sampai di situ, tambah Agus, setiap melihat rombongan menggunakan mobil anaknya selalu menangis.  Bahkan, saat tidur ia kerap mengigau.

“Kalau lihat rombongan, takut. Nanti malam mengigau buk! Ya gara gara polisi itu,” ujarnya.

Agus merasa tidak terima dengan perlakuan Densus saat penggledahan di rumah Siyono. Tindakan polisi itu dianggap menteror anaknya dan anak-anak lainnya.

“Saya nggak terima ini. Orang anak saya mau sekolah kok,” pungkasnya.

Puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap pada Kamis, 10 Maret 2016 lalu, mendatangi rumah terduga teroris Siyono yang juga sekolah TK Amanah Ummah di Dukuh Brengkungan Desa Pogung Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa. Pagi itu, siswa dan siswi tengah belajar.

Seakan tak menghiraukan banyak anak-anak, puluhan polisi bersenjata laras panjang itu seketika mengepung rumah Siyono. Sebagian lain masuk menggeledah seluruh barang yang ada di dalam rumah, termasuk ruang tempat anak-anak tak berdosa tersebut belajar.

Sontak saja, hal tersebut membuat anak-anak ketakutan. Mereka histeris menangis sehingga membuat para guru kebingunan. Proses belajar mengajar pun bubar. (Kiblat/Dakwahmedia)
Like Fanpage kami :

Thursday, March 31, 2016

Post a Comment
close