Rezeki Tak Melulu Soal Uang dan Kekayaan


www.dakwahmedia.net - Kadang-kadang kita merasa bahwa hidup tidak berpihak pada kita. Semua terasa sulit, uang terbatas sementara kebutuhan banyak. Tidak dapat hidup dan menghidupi keluarga dengan layak karena tidak punya pekerjaan yang bergaji besar. Merasa rezeki semakin menjauhi hidup kita.

Tapi betulkah rezeki hanya melulu soal uang dan kekayaan? Tentu saja tidak! Allah Maha Kaya dan rezekinya sangat luas meliputi seluruh langit dan bumi, tinggal kita yang pandai-pandai melihat dan memaknai rezeki kita, diantaranya:

Jika tidak dikaruniai rezeki berupa anak mungkin kita dikaruniai mertua yang baik, suami yang penyayang, maka harusnya  kita lebih bahagia dibanding mendapatkan anak yang liar dan sumber masalah.

Jika kita tidak dikaruniai anak yang bertubuh normal, harusnya kita bahagia karena membesarkan anak yang cacat akan menjadi ibadah buat kita, dibanding orang yang tidak dikaruniai anak sebagai penceria rumah tangganya.

Jika tidak dikaruniai rezeki berupa harta kekayaan, mungkin kita dikaruniai rezeki kesehatan yang baik, badan yang jarang sakit, maka harusnya kita lebih bahagia karena bisa beraktivitas dengan baik dibanding orang yang punya harta melimpah tapi harus terbaring di rumah sakit.

Jika tidak dikaruniai rezeki berupa mobil mewah mungkin kita dikaruniai kendaraan sederhana seperti sepeda yang tidak membutuhkan biaya mahal dan lebih sehat. Harusnya kita lebih bahagia dibanding pejalan kaki.

Jika tidak dikaruniai rezeki berupa rumah yang besar mungkin diberikan rezeki berupa makanan yang tidak pernah kurang, harusnya kita lebih bahagia daripada si gelandangan yang tidur di emperan toko.

Jika tidak dikaruniai suami gagah, tegap yang bergaji besar mungkin diberikan rezeki suami saleh yang bisa menjadi imam, ayah dan pembimbing yang baik bagi keluarga, harusnya kita lebih bahagia karena terselamatkan dari kerisauan memikirkan suami tampan dari fitnah.

Jika tidak dikaruniai rezeki berupa istri yang cantik mungkin diberikan rezeki istri saleh, setia, penyayang, taat pada suami dan pandai mengurus rumah tangga, harusnya  kita lebih bahagia terselamatkan dari kerisauan menjaga istri cantik dari pandangan tak pantas laki-laki lain.

Jika tidak dikaruniai rezeki berupa jodoh mungkin kita diberi orang tua yang berumur panjang maka harusnya kita lebih bahagia karena bisa berbakti lebih lama dan lebih sepenuh hati pada orang tua.

Dan masih banyak lagi nikmat yang telah diberikan kepada kita. Allah SWT berfirman:

وَءَاتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ  ۚ  وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ  ۗ  إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). [QS. Ibrahim: Ayat 34]

Begitu banyak hal yang bisa disyukuri asal kita mau membuka mata dan hati kita atas semua nikmat yang telah diberi Allah. Kita harus yakin bahwa Allah tahu apa yang terbaik buat hambaNYA.

Wallahu a'lam.
Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia
Like Fanpage kami :

Wednesday, March 23, 2016

Post a Comment
close