Setelah Siyono, Kembali Terduga Teroris Pulang Tinggal Nama



Setelah kematian Siyono, kembali terduga teroris lainnya pulang tinggal nama. Kali ini, korban bernama Fonda Amar Sholihin. Setelah terkatung-katung selama 18 hari, akhirnya jenazah Fonda alias Dodo bisa dikebumikan.

Informasi kepastian kedatangan jenazah Fonda datang dari juru bicara keluarga almarhum, sekaligus Humas The Islamic Study dan Action Center, Endro Sudarsono.

Menurut Endro, jenazah almarhum diterbangkan dari Poso menuju Bandara Juanda, Surabaya. Dari Surabaya ke Solo menempuh jalur darat. Setiba di Solo disemayamkan di rumah duka, dan Salat jenazah. Pemakaman sendiri dilakukan pada hari Jumat (18/3/2016) pukul 8.00 pagi di pemakaman Syariah Polokarto Sukoharjo Jawa Tengah.

Endro menyesalkan atas tindakan densus 88 dalam menangani jenazah Fonda. “Saya kecewa dengan Densus 88 karena jenazah yang tidak disegerakan dikubur selain itu kondisi jenazah juga tidak dikafani dan diberi formalin sehingga menyebabkan kondisinya membusuk," ujarnya dikutip dari panjimas.com.

Didalam tubuh jenazah juga ditemukan luka tembak pada bagian dahi, gigi depan rusak serta perut bagian kiri sobek. “Kesimpulannya jenazah tidak diperlakukan sebagaimana SOP perwatan jenazah yang benar” jelasnya.

Endro juga menyatakan kekecewaannya karena dalam pemulangan jenazah pemerintah tidak memberikan fasilitas sebagaimana mestinya. Ini dibuktikan dengan biaya menggunakan pesawat ditanggung keluarga sendiri. Begitupula mobil ambulan.

Selain itu dalam perjalanan dari Bandara Juanda menuju Solo tidak ada satupun aparat kepolisian. Inilah yang menjadi pertanyaan, agenda apa yang dilakukan densus 88. (SuaraIslam/Dakwahmedia)
Like Fanpage kami :

Friday, March 18, 2016

Post a Comment
close