Aktivis BKLDK Ubah Kesan Kampus Preman Jadi Kampus Syariah



Koordinator Daerah BKLDK Sultra, Ali Fitra menegaskan berkat peran mahasiswa, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kini berubah menjadi ‘kampus syariah’.

Sebelumnya, UHO kerap diberitakan dengan kasus premanismenya, bahkan tak jarang terjadi pembunuhan di dalam kampus tersebut.

“Mungkin teman-teman jika mendengar kata UHO maka yang terbesik di telinga kawan-kawan di sana adalah tempatnya premanisme, bawa parang, atau busur, tapi hari ini kawan-kawan perlu tau hari ini kampus UHO berubah menjadi kampus syariah,” tutur Ali Fitra saat talk show dalam acara Simposium Nasional Badan Kordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) di salah satu gedung Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Sabtu, (26/3/16).

Ali juga menambahkan jika di Jawa Barat terkenal dengan ulamanya yang mendakwahkan Islam, maka di Sulawesi Tenggara khususnya UHO terkenal dengan mahasiswanya yang memperjuangkan Islam.

Diakui oleh Ali, di daerah-daerah tertentu, untuk mendakwahkan Islam yang lembut sekalipun kadang harus berhadapan dengan parang. “Memang kami juga harus akui untuk mendakwahkan Islam harus berani berhadapan dengan parang,” tambah Ali.

Namun, sekeras apapun orang jika dia Islam masih memiliki keimanan dalam hatinya ahirnya luluh juga hatinya jika disampaikan dengan Islam dengan hikmah, bahkan tak jarang mereka bahkan menjadi pejuang Islam yang tangguh.

“Memang kami juga harus akui untuk mendakwakan Islam ini tidak muda dikampus preman, tapi sekeras apapun dia jika kita samapaikan islam dengan hikmah pada akhirnya mereka juga luluh bahkan jadi pejuang Islam yang tangguh,” tuturnya.

Bahkan, saat ini mahasiswa UHO tak perlu takut lagi dengan gangguan preman dalam mengadakan kegiatan Islam.
“Bahkan hari ini kami tidak perlu takut lagi dari gangguan preman untuk mengadakan kegiatan, karena kader kami juga ada mantan preman,” tambah Ali.

Menanggapi hal ini, Ali menuturkan, Wakil Rektor III Universitas Halu Oleo justru berterimakasih pada BKLDK, sebab hari ini premanisme di UHO hampir tak ada lagi

“Bahkan Wakil Rektor III UHO mengucapkan terimakasih pada kami karena premanisme di UHO hampir tak ada lagi,” pungkasnya.

Ali juga mengungkapkan di kampus UHO hampir tak ada lagi mahasiswa yang tidak mengenal syariah Islam, bahkan para pengemban dakwahnya pun ikut dipanggil dengan nama syariah.
Like Fanpage kami :

Friday, April 1, 2016

Post a Comment
close