AM Fatwa: Pola Intelijen Orba dan Orla Terjadi Lagi dalam Kasus Terorisme


www.dakwahmedia.net - ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AM Fatwa meminta negara tidak sewenang-wenang menangani tindak terorisme. Pendekatan yang ramah dengan cara diplomasi dianggap solusi yang tepat menangkal penyebaran paham ekstrimisme.

Cara-cara kekerasan yang kerap ditampilkan dianggap tidak akan menyelesaikan masalah. Penanganan seperti itu justru menyuburkan terorisme itu sendiri.

“Menghadapi teror ini jangan pakai dengan kekerasan, sebab kalau kekerasan dilawan dengan kekerasan itu bukan penyelesaian,” ujarnya dalam Seminar “Strategi Mengantisipasi Ancaman Terorisme Demi Mewujudkan Stabilitas” di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, Ahad (3/4/2016).

Bahkan, keterlibatan negara asing dengan membiayai operasi anti teror dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman antara masyarakat dengan pemerintah.

Ketua Badan Kehormatan DPD RI ini khawatir pola-pola intelijen orde lama dan orde baru digunakan lagi dalam penindakan terorisme di Indonesia.

“Kalau pemerintah tidak arif saya khawatir, cara-cara intelijen orde lama dan orde baru jangan terjadi lagi di saat ini. Di era reformasi sekarang pemerintahan jangan bertindak sembrono kepada rakyat,” katanya. 
Like Fanpage kami :

Monday, April 4, 2016

Post a Comment
close