BENARKAH KHILAFAH ITU ANCAMAN?


BENARKAH KHILAFAH ITU ANCAMAN?
(Buku: Cinta Indonesia, Rindu Khilafah, CIRK)
Oleh : Choirul Anam, M.Si (Dosen Fisika Universitas Diponegoro)

Berbeda dengan sepuluh atau dua puluh tahun lalu, saat ini, gagasan tentang Khilafah sudah banyak diterima oleh Umat Islam hampir di seluruh dunia. Opini Khilafah juga semakin menguat dari hari ke hari. Telah banyak seminar, diskusi dan konferensi di selenggarakan di berbagai penjuru dunia, baik di Amerika, Asia, Afrika, Eropa, dan Australia. Bahkan, di beberapa konferensi, pesertanya mencapai ratusan ribu dengan antusiasme yang sangat tinggi. Kerinduan kepada Khilafah semakin memuncak. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa, yang baru terjadi di abad 21 ini. Belum pernah tercatat dalam sejarah sebelumnya, adanya semangat untuk kebangkitan Islam dan upaya untuk bersatu dalam Khilafah Islamiyah seperti fenomena saat ini.

Namun, secara alamiah, penentangan terhadap gagasan Khilafah juga semakin kuat. Penentangan ini sesuatu yang sangat wajar. Ibarat pohon, jika semakin besar, maka semakin besar pula hembusan angin yang menerpanya.

Pihak-pihak yang menentang Khilafah juga semakin masif, lantang dan terang-terangan. Mereka pun tidak kalah semangat dengan pihak yang memperjuangkan Khilafah. Mereka mencurahkan tenaga, pikiran dan harta mereka guna menentang Khilafah. Para penentang Khilafah juga mengadakan berbagai seminar, diskusi, konferensi untuk membendung laju Khilafah yang semakin tak terbendung ini. Mereka menulis di berbagai media massa, membuat buku, membuat selebaran, menyampaikannya di berbagai program televisi dan radio, bahkan tak jarang mereka juga berupaya melarang aktivitas perjuangan Khilafah lewat jalur hukum. Sehingga tak sedikit para pejuang Khilafah yang akhirnya diinterogasi, dimata-matai, dimasukkan penjara, disikasa, bahkan banyak yang dibunuh oleh pihak-pihak tertentu.

Para penentang Khilafah menganggap bahwa Khilafah adalah ancaman yang sangat mengerikan yang sudah selayaknya dihalang-halangi oleh orang beradab dengan segenap daya upaya. Menurut mereka, Khilafah adalah ancaman paling serius melebihi komunisme, karena menurutnya Khilafah akan membawa pada keterbelakangan dan kekacauan. Bagi mereka, Khilafah adalah ancaman bagi modernitas dan kemajuan, bahkan ancaman bagi kemanusiaan itu sendiri.

Benarkah Khilafah Islamiyah merupakan ancaman serius? Hal ini yang akan kita bahas secara ringkas.
*****

Dalam menilai sesuatu itu apakah ancaman atau bukan, tentu sangat bergantung pada persepsi, sudut pandang, pengalaman dan kepentingan masing-masing. Menilai sesuatu itu ancaman atau bukan, tentu sangat subyektif.

Sekedar contoh, saat terjadi kemacetan parah di jalan-jalan raya karena volume kendaraan yang terlalu besar, lalu direncanakan pembangunan transportasi massal yang diharapkan mampu mengatasinya, kereta api misalnya, hal ini ancaman atau harapan? Jawabnya, tentu sangat subyektif tergantung bagaimana kita memandang. Bagi masyarakat, pembangunan mode transportasi kereta api, tentu merupakan harapan dan berkah, karena dengan hal itu, kemacetan akan dapat diatasi. Tapi, bagi pengusaha bus, hal itu dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan bisnisnya. Mungkin mereka akan berpikir, bahwa adanya transpotasi kereta api, akan mengalihkan penumpang dari bus menjadi kereta api. Jadi mereka menganggapnya sebagai ancaman yang serius.

Contoh lain, tentang kenaikan bahan bakar binyak (BBM). Kenaikan BBM ini ancaman atau harapan? Sekali lagi, jawabannya sangat subyektif, tergantung sudut pandang dan kepentingan. Bagi para kapitalis asing yang telah membuka usaha SPBU, tetapi tidak laku karena harganya lebih mahal dari SPBU pertamina (yang disubsidi pemerintah), mereka pasti menganggap bahwa kenaikan harga BBM (atau pencabutan subsidi BBM oleh pemerintah) adalah harapan yang sudah mereka nantikan sejak lama. Bahkan, mereka bukan hanya menunggu dan berharap, tetapi mereka telah melakukan berbagai upaya dan mengelontorkan uang yang tak sedikit agar subsidi itu dicabut. Namun, bagi masyarakat umum, tentu kenaikan harga BBM merupakan ancaman yang sangat serius. Sebab, kenaikan harga BBM pasti diikuti oleh inflasi yang sangat menggila. Bagi masyarakat, sudah terbayang di depan mata, bahwa harga-harga akan melambung tinggi, sementara gaji dan penghasilan tetap sama atau mungkin turun. Terbayang dengan jelas, bahwa hidup yang sudah sulit akan semakin sulit. Jika selama ini, mereka sudah pusing mengatur perekonomian keluarga, kenaikan harga BBM akan menambah pusing bagi mereka untuk mengatur kebutuhan rumah tangga. Jadi, meskipun pemerintah berdalih bahwa mencabut subsidi akan digunakan untuk orang miskin, tetapi faktanya pencabutan subsidi akan menaikkan jumlah orang miskin secara drastis.

Jadi, penilaian sesuatu itu ancaman atau harapan sangat subyektif, tergantung dari sudut pandang orang yang melihatnya. Termasuk dalam hal ini adalah Khilafah. Khilafah itu ancaman atau harapan, tentu sangat bergantung dari sudut pandang orang yang menilainya.

Bagi orang yang selama ini telah merasakan kenikmatan atas kebijakan yang mendzalimi rakyat, tentu gagasan Khilafah adalah seperti petir di siang hari. Sebab khilafah akan menghentikan semua praktik dzalim yang selama ini mereka praktekkan.

Bagi orang yang selama ini menumpuk kekayaan dari praktik ribawi dan praktik judi, pasti menganggap bahwa Khilafah adalah ancaman yang sangat serius. Sebab, Khilafah tidak akan membiarkan praktik ribawi itu terjadi di masyarakat. Khilafah akan menghentikan semua praktik ribawi dan menghukum pelakunya dengan sanksi yang sangat berat.

Bagi para pria berhidung belang yang selama ini menikmati layanan prostitusi legal dan juga para germo, pasti menganggap bahwa Khilafah adalah ancaman yang sangat serius. Sebab, mereka tahu dengan pasti, bahwa Khilafah tidak akan tinggal diam dengan praktik-praktik yang mereka lakukan. Khilafah akan membabat semua bentuk pelacuran sampai ke akar-akarnya dan memberikan hukuman yang sangat berat kepada para pelakunya, siapapun dia.

Bagi para penjahat kelas kakap, yang selama ini dapat bergerak dengan bebas, karena mendapat backing dari para pejabat dan karena hukum buatan manusia yang dapat diubah dengan uang, mereka pasti akan menganggap bahwa Khilafah adalah monster yang mengerikan. Sebab, dalam Khilafah, hukum yang digunakan adalah syariah Allah, yang tidak dapat diubah-ubah seperti hukum buatan manusia. Khilafah akan menumpas kejahatan sampai tuntas, insya Allah. Bahkan pelaku pencuri yang paling ringan (batas tertentu), ia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat, yaitu di potong tangan. Sudah terbayang, bagaimana pelaku kejahatan kelas kakap, yang telah merampok uang milyaran bahkan trilyunan rupiah.

Bagi para koruptor yang selama ini mengemplang uang rakyat, tetapi dapat bergerak dengan bebas karena memanfaatkan hukum yang lentur dan banyak celah, tentu mereka akan mengganggap bahwa Khilafah adalah hantu yang menakutkan. Sebab, Khilafah tidak akan membiarkan uang masyarakat dikorup meskipun hanya sepeser dan para koruptor akan diberikan sanksi sesuai dengan syariah Allah yang sangat tegas. Dalam Khilafah, berlaku pembuktian terbalik. Jika seorang pejabat, saat awal menjabat hartanya 500 juta, lalu ia menjabat 1 tahun dengan gaji perbulannya 5 juta, maka harta maksimal pada 1 tahun masa jabatannya adalah 500 juta + (12 x 5 juta) = 560 juta. Hal itu diasumsikan ia tidak menggunakan uang penghasilannya untuk konsumsi keluarganya. Jadi, sangat mudah menghitung harta pejabat. Jika seandainya ia memiliki uang 800 juta pada 1 tahun masa jabatannya, ia harus bisa menjelaskan kelebihan uangnya sebesar 240 juta. Jika ia tak mampu menjelaskan, maka kelebihan uangnya dapat dianggap korupsi. Terlebih lagi, dalam syariah Islam, seorang pejabat tidak boleh menerima hadiah dari masyarakat. Dalam Islam, hadiah untuk pejabat termasuk kategori risywah (suap). Dalam hadits Rasulullah, baik yang disuap atau yang menyuap sama-sama masuk neraka di akhirat nanti dan di dunia mereka harus dihukum dengan berat. Dengan sistem seperti ini, pasti mereka mengganggap bahwa Khilafah adalah virus yang sangat menakutkan.

Bagi para kapitalis, yang selama ini menjarah kekayaan alam milik rakyat, seperti tambang emas, tambang nikel, tambang batu bara, tambang minyak dan lain-lain karena memang regulasi sistem demokrasi mengijinkan semua itu dikuasai mereka, pasti akan menganggap bahwa Khilafah adalah penjahat yang layak dienyahkan dari muka bumi. Dalam Khilafah, semua kekayaan alam yang menguasai hidup orang banyak adalah milik masyarakat (bukan milik negara), yang pengelolaannya diserahkan kepada negara dan hasilnya diberikan kepada pemiliknya yaitu masyarakat. Jadi, dalam Khilafah, penguasaan swasta terhadap semua tambang dan kekayaan alam yang lain, adalah hal yang mungkar. Tentu Khilafah akan mengambil alih hak milik umat dari penguasan swasta, baik swasta domestik atau asing. Jadi, seandainya para kapitalis hitam menolak Khilafah dan syariah, itu hal yang sangat dapat dimengerti. Bagi mereka, Khilafah adalah tsunami yang akan memporak-porandakan singgasana hitam mereka.

Bagi para komprador asing yang selama ini mendapatkan kucuran dolar dari bos-bos mereka, pasti akan menganggap bahwa Khilafah adalah ancaman yang harus dihadapi sampai titik darah penghabisan. Sebab, Khilafah tidak akan membiarkan para komprador bergentayangan di tengah-tengah masyarakat. Mereka akan ditangkap diberi hukuman yang sangat keras karena telah bekerja sebagai agen negara asing yang kafir.

Semua orang atau kelompok yang selama ini telah menikmati sistem hukum kufur dan menumpuk pundi-pundi dengan cara dzalim pasti akan mengganggap Khilafah sebagai ancaman yang sangat serius. Jika mereka menghalangi perjuangan untuk Khilafah, berarti mereka memang telah berjalan ada porosnya. Justru sangat aneh dan tidak wajar, jika mereka menyatakan mendukung Khilafah. Kita patut waspada tingkat tinggi, jika mereka menyatakan mendukung Khilafah. Pasti ada udang di balik batu, di balik ucapannya. Sebab dukungan mereka terhadap Khilafah itu bertentangan dengan fakta (nature) Khilafah itu sendiri.

Negara-negara imperialis seperti Amerika, Inggris dan lainnya sudah dapat dipastikan, mereka pasti mengganggap ancaman yang luar biasa. Oleh karena itu, sangat tidak mengherankan jika kita mendengarkan pernyataan Bush, Obama, Putin, Cameron, Tony Blair dan lain-lain. Tony Blair, misalnya, pernah menyampaikan bahwa ia siap berdiskusi dengan bernegosiasi dengan siapapun, kecuali berdiskusi tentang Syariah dan Khilafah. Bagi dia, tak ada diskusi tentang Khilafah. Khilafah hanya ada satu sikap, yaitu harus dilawan dengan cara apapun.

Bagi negara-negara Imperialis, Khilafah adalah ancaman yang sangat mengerikan. Karena itu mereka akan melakukan apapun untuk mengahalangi tegaknya Khilafah, atau bahkan sekedar gagasan tentang Khilafah. Kelompok dan organisasi apapun akan dimusnahkan jika memperjuangkan Khilafah. Maka sangat tidak mengherankan tulisan Ariel Cohen P.hD dengan judul “Hizb Ut-Tahrir: An emerging threat to U.S. interest in Central Asia”. Ia menyimpulkan bahwa “Hizb ut-Tahrir represents a growing medium and long-term threat to geopolitical stability and the secular regimes of Central Asia and ultimately poses a potential threat to other regions of the world. The party is transnational, secretive, and extremist in its anti-Americanism. It seeks to overthrow and destroy existing regimes and establish a Shari’a-based Caliphate.”

Lebih lanjut ia menyampaikan “A Hizb takeover of any Central Asian state could provide the global radical Islamist movement with a geographic base and access to the expertise and technology to manufacture weapons of mass destruction. The U.S. and its allies must do everything possible to avoid such an outcome.”

*****
Jadi, Khilafah memang benar-benar ancaman bagi mereka, yaitu bagi semua orang, kelompok, atau negara yang suka berbuat kedzaliman dan kerusakan di muka bumi. Namun bagi mereka yang merindukan kebaikan, keberkahan, keharmonisan, keadilan, kesejahteraan, dan kemanusian, pasti akan merindukan Khilafah.

Adanya perbedaan pandangan tentang suatu sistem itu hal yang sangat wajar, terjadi dimanapun dan kapanpun. Pada zaman Rasulullah juga sama. Bagi orang seperti Abu Jahal, Abu Lahab, dan lain sebagainya, Islam dan seluruh syariahnya yang agung adalah ancaman yang sangat mengerikan bagi mereka. Mereka paham betul, bahwa dengan Islam, kedzaliman dan kewenang-wenangan yang selama ini mereka lakukan, pasti akan dihalangi oleh Islam.

Pada awalnya orang seperti Abu Sufyan, Khalid bin Walid, Ikrimah bin Abi Jahal dan lain sebagainya juga menganggap hal yang sama. Awalnya mereka menganggap bahwa Islam dan syariahnya serta sistemnya akan mengganggu bisnis dan kekuasaan mereka. Karena itu, mereka memusuhi Nabi dengan sangat luar biasa selama sekitar 20 tahun. Namun, akhirnya mereka sadar, bahwa usaha mereka gagal total, dan lalu menyadari bahwa mereka selama ini telah salah paham. Akhirnya mereka masuk Islam dan manjadi pejuang Islam karena menyadari benar bahwa hanya Islam dan Syariahnya yang akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat nanti.

Khilafah Islam atau Daulah Islam adalah sistem dari pencipta alam semesta dan manusia, yaitu Allah SWT. Sistem ini diperjuangkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya yang mulia, sampai akhirnya sistem ini berdiri di Madinah Almunawaroh. Semenjak itu, umat Islam memiliki sistem kenegaraan yang mengatur manusia sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Saat Rasulullah wafat, sistem ini dilanjutkan oleh para Khalifah seperti Khalifah Abu Bakar, Umar dan seterusnya, hingga akhirnya sistem itu hancur pada tahun 1924 karena makar Inggris, Prancis dan para penguasa korup waktu itu.

Selama dunia di bawah naungan Khilafah, dunia ini berjalan dan diliputi kabaikan dan kebaikan. Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol. XIII, hal 151, menyampaikan: "Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas, dimana fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka.”

Jadi, Khilafah itu sebenarnya ancaman atau harapan? Jawabnya tergantung Anda. Anda boleh mengikuti Bush yang mengatakan bahwa Khilafah adalah ancaman bagi kemanusian, atau boleh mengikuti para ulama yang sholih yang mengatakan bahwa Khilafah adalah kabar gembira Rasulullah. Jawaban Anda itu menunjukkan siapa sebenarnya Anda.

Wallahu a’lam.
Like Fanpage kami :

Sunday, April 24, 2016

Post a Comment
close