DAKWAH ITU SEPERTI SINAR MATAHARI, ADA DI MANA-MANA


www.dakwahmedia.net - Di setiap buminya Allah, di sana ada orang yang dengan ikhlas berjuang li i'lai' kalimatillah. Mereka berjuang tanpa peduli celaan orang-orang yang mencela dan pujian orang-orang yang memuji. Mereka berjuang semata-mata untuk menggapai ridlo Allah.

Bisa jadi, dakwah di halang-halangi di suatu tempat, tapi justru diterima di tempat lain. Lalu dihimpunlah kekuatan unk membebaskan daerah tempat yang menghalang-halangi dakwah.

Rasulullah sendiri, awalnya berdakwah di Makkah. Lalu beliau dihalang-halangi di sana, dianggap makar di sana, dan dianggap membahayakan eksistensi Makkah. Apakah semua tempat menolak dakwah? Ternyata tidak. Madinah justru menerima Islam dan menjadi daulah Islam pertama. Dari sana kemudian dihimpun kekuatan, dan akhirnya Makkah dibebaskan.

Akankah tempat kita berpijak saat ini, tempat darah kita ditumpahkan (tempat lahir kita), dan tempat dimana tanah-air-udaranya menyusun raga kita, menjadi tempat berdirinya kalimat Allah unk pertama kalinya atau menjadi tempat yang akan dibebaskan, karena warganya menolak dakwah secara membabi buta?

Yang jelas, kedaulatan Islam akan datang: baik menjadi yang pertama atau menjadi yang dibebaskan.

Jadi, menghalangi-halangi dakwah tak ubahnya hanya seperti menghalangi sinar matahari. Bisa jadi, kita memang mampu menutupnya di suatu jengkal tanah, tetapi kita tak akan mampu menutupi semua jengkal tanahnya Allah di muka bumi ini.

Wallahu a'lam.
Oleh : Choirul Anam (Dosen Fisika Medik Universitas Diponegoro)
Like Fanpage kami :

Monday, April 25, 2016

Post a Comment
close