Ironis Indonesia, Negara Agraris Masih Impor Singkong


www.dakwahmedia.net - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengimpor ubi kayu atau singkong. Impor singkong pada Maret 2016 mencapai 987,5 ton atau senilai US$ 191.093. Impor singkong mayoritas didatangkan dari Vietnam.

“Adanya impor ubi kayu terjadi pada bulan Januari-Maret disebabkan pola produksi bulan tersebut rendah,” tulis Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi, Kamis (21/4).
Lanjut Agung, Indonesia sebetulnya juga tercatat sebagai eksportir ubi kayu. Selama tahun 2015, petani Indonesia mengekspor 16.755 ton ubi kayu senilai US$ 8,7 juta.

Meski tercatat sebagai eksportir, Kementan berkomitmen menekan angka impor. Kementan melakukan upaya peningkatan produksi dengan jalan membantu pemberian sarana produksi (saprodi).

“Upaya meningkatkan produksi tahun 2016, sedang dilakukan melalui program peningkatan produksi umbi kayu seluas 25.000 ha, di Aceh, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, Yogya, Kaltim, Kaltara. Ada 11 Provinsi, pemerintah bantu saprodi,” sebutnya.

Kementan mencatat produksi ubi kayu di 2015 sebesar 21,7 juta ton, sedangkan tahun 2016 ditargetkan sebanyak 27 juta ton. “Produsen terbesar di Lampung 279.000 ton atau setara 13, 2 % dari produksi nasional,” tambahnya.
Like Fanpage kami :

Friday, April 22, 2016

Post a Comment
close