Ketua MPR : Aparat Pelindung Rakyat, Jangan Diadu Dengan Rakyat!


www.dakwahmedia.net - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengritik keterlibatan aparat militer dalam penggusuran Pasar Ikan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/04).

"Saya sangat tidak sependapat kalau militer kita ikut cawe-cawe untuk merelokasi Pasar Ikan di Jakarta Utara," ujarnya di Padang, seperti dalam keterangan tertulis MPR, Senin (11/04/2016).

(Baca: Empat Ribu Aparat Gabungan Laksanakan Perintah Ahok Gusur Warga Pasar Ikan Penjaringan)

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, pihak militer tidak seharusnya berhadapan dengan rakyat, karena bukan merupakan sasaran tugasnya. "Militer itu tentara rakyat. Tentara janganlah diajak seperti ini," catatnya seperti dikutip Antaranews.com.

Menurut dia, penggusuran yang terjadi Pasar Ikan tidak berperikemanusiaan.

Zulkifli mengungkapkan, pernah melihat betapa represifnya penggusuran, seperti penyemprotan gas air mata pada kalangan ibu-ibu.

"Padahal, kita ini punya Pancasila, perikemanusiaan dan perikeadilan. Jadi, menggunakan cara-cara represif sudah tidak pada tempatnya. Penyelesaian harus persuasif, rakyat diajak dialog, ajak bicara. Itukan rakyat kita juga, masyarakat kita juga," ungkap  Zulkifli Hasan.

Sebelumnya disebutkan, dari sekira empat ribu personel gabungan yang diterjunkan untuk menggusur warga Pasar Ikan Penjaringan, Jakarta Utara, sebanyak 400 personel merupakan TNI yang berasal dari Kodam Jaya. [SuaraIslam/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Tuesday, April 12, 2016

Post a Comment
close